ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Seksi Namaposo Sinode Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) akan menggelar Rapat Pengurus Lengkap (RPL) di Pematangsiantar pada 6–8 Maret 2026. Forum tersebut akan diikuti perwakilan Namaposo dari seluruh Indonesia dan menjadi momentum penentuan Ketua Umum untuk masa bakti tiga tahun ke depan.
Menjelang pelaksanaan RPL, sejumlah nama mulai diperbincangkan di internal jemaat dan komunitas pemuda GKPS. Dari beberapa figur yang beredar, dua nama paling sering disebut, yakni Lamhot Francius Pardamean Silalahi, S.H., dan Agripa Ben Tetra Purba.
Rekam Jejak Lamhot Francius Pardamean Silalahi, S.H.
Lamhot merupakan anggota jemaat GKPS Siantar Beringin Permai Resort Setia Negara. Ia mengawali kepemimpinan di tingkat lokal sebagai Ketua Namaposo GKPS Siantar Beringin Permai periode 2020–2023. Pada periode yang sama, ia juga menjabat Ketua Namaposo GKPS Resort Setia Negara dan kembali dipercaya untuk periode 2023–2026.
Di tingkat distrik, Lamhot pernah menjadi Koordinator Namaposo Distrik I (2021–2023). Saat ini, ia menjabat Sekretaris Namaposo se-GKPS periode 2025–2026.
Di luar pelayanan gerejawi, Lamhot aktif dalam organisasi kepemudaan Kristen. Ia tercatat sebagai salah satu pengurus Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Sumatera Utara.
Rekam Jejak Agripa Ben Tetra Purba
Agripa memulai pelayanan sebagai Wakil Ketua Pemuda GKPS Resort Sion Siantar periode 2017–2020. Ia kemudian dipercaya menjadi Wakil Ketua Namaposo GKPS Sion periode 2020–2023.
Pada periode yang sama hingga 2023–2026, Agripa menjabat Ketua Namaposo GKPS Resort Sion Siantar. Pengalaman tersebut menempatkannya sebagai salah satu figur yang diperhitungkan dalam dinamika internal Namaposo.
Di ranah organisasi eksternal, Agripa aktif di GAMKI Kabupaten Simalungun serta menjabat Ketua Pimpinan Anak Cabang GAMKI Kecamatan Siantar.
Menanti Arah Kepemimpinan
RPL menjadi forum tertinggi pengambilan keputusan di tingkat Namaposo GKPS. Selain menyusun program kerja, forum ini akan menentukan arah kepemimpinan organisasi pemuda gereja tersebut hingga 2029.
Sejumlah jemaat berharap proses pemilihan berlangsung demokratis, transparan, dan mengedepankan semangat pelayanan. Siapa pun yang terpilih nantinya akan memikul tanggung jawab memperkuat peran pemuda gereja dalam pelayanan, pengembangan kapasitas, serta kontribusi sosial di tengah jemaat dan masyarakat. (Martuadin Saragih/red)

































