4 Dapur MBG Ditutup di Pematangsiantar, Padahal 7 Belum Kantongi SLHS

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:30 WIB

40313 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi AI

Ilustrasi AI

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR — Penutupan sementara empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Pematangsiantar memunculkan pertanyaan publik. Penjelasan mengenai status operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut disampaikan Koordinator Wilayah SPPG Kota Pematangsiantar, Dinda Lestari, saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis, 12 Maret 2026.

Dinda menjelaskan bahwa empat SPPG yang diberhentikan sementara itu sebenarnya belum beroperasi penuh. Menurut dia, sejumlah dapur MBG masih berada dalam tahap pemenuhan persyaratan administratif dan teknis.

“SPPG tersebut statusnya belum operasional karena masih dalam proses melengkapi beberapa persyaratan administrasi dan teknis,” kata Dinda.

Ia menambahkan, beberapa SPPG lain masih mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) melalui Dinas Kesehatan. Sertifikat ini menjadi syarat penting bagi dapur MBG agar dapat menjalankan layanan pemenuhan gizi sesuai standar kesehatan.

Menurut Dinda, proses penerbitan SLHS tidak berlangsung instan. Ada sejumlah tahapan yang harus dilalui, seperti pelatihan bagi penjamah makanan, pengambilan sampel makanan dan air, serta Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). Setelah pengajuan dilakukan, jadwal pemeriksaan mengikuti agenda Dinas Kesehatan setempat.

“Koordinasi dengan Dinas Kesehatan terus berjalan agar seluruh persyaratan dapat segera terpenuhi dan operasional layanan berjalan sesuai standar yang ditetapkan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung salah satu dapur MBG yang berada di Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba. Menurutnya, dapur tersebut telah mengajukan sertifikat SLHS dan sebagian tahapan pemeriksaan sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan.

“Pengambilan sampel air dan makanan sudah dilakukan. Saat ini tinggal menunggu pelatihan penjamah makanan yang jadwalnya diatur oleh Dinas Kesehatan,” kata Dinda.

Meski telah mengantongi surat keputusan (SK) operasional, dapur MBG tersebut disebut belum menjalankan kegiatan secara penuh. Pengelola masih melakukan proses pencarian penerima manfaat serta melengkapi sejumlah administrasi lainnya.

Mengacu pada kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Kesehatan, seluruh dapur MBG atau SPPG wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Dalam ketentuan tersebut, dapur MBG yang sudah beroperasi diberikan waktu maksimal 30 hari atau satu bulan untuk menyelesaikan pengurusan sertifikat SLHS. Apabila tidak memenuhi kewajiban tersebut dalam tenggat waktu yang ditentukan, operasional dapur dapat dihentikan oleh BGN.

Berdasarkan lampiran surat Badan Gizi Nasional Nomor 769/D.TWS/03/2026, terdapat empat unit SPPG di Kota Pematangsiantar yang dihentikan sementara operasionalnya. Penutupan dilakukan karena dapur tersebut belum memiliki SLHS atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Keempat SPPG tersebut berada di:

  • SPPG Siantar Sitalasari Bukit Sofa 3
  • SPPG Siantar Martoba Tanjung Pinggir
  • SPPG Siantar Utara Baru
  • SPPG Siantar Martoba Tambun Nabolon

Kebijakan penutupan empat dapur MBG itu memunculkan pertanyaan baru. Sebab, berdasarkan informasi sebelumnya yang diperoleh wartawan Atapkota.com saat mengonfirmasi Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, terdapat tujuh SPPG yang belum kantongi SLHS.

Salah satunya berada di Jalan Medan, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba. Berdasarkan keterangan sejumlah orang tua siswa, dapur tersebut disebut telah berproduksi sekitar dua bulan.

Namun, menurut keterangan Dinas Kesehatan sebelumnya, dapur itu belum mengantongi sertifikat SLHS maupun sertifikat penjamah makanan. Meski demikian, lokasi tersebut tidak termasuk dalam daftar SPPG yang dihentikan sementara operasionalnya.

Perbedaan data ini menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme pengawasan dan penindakan terhadap dapur MBG yang belum memenuhi persyaratan sanitasi.

Ketika ditanya mengenai jumlah dapur MBG yang telah beroperasi serta jumlah dapur yang masih dalam tahap pendirian di Kota Pematangsiantar, Dinda Lestari belum memberikan jawaban hingga berita ini diturunkan. (AP/red)

Berita Terkait

CFD Belawan Dipadati 6.000 Warga, Pemko Medan Libatkan 160 UMKM Lokal
Marpesta QRIS 2026 Ditutup, Wesly Silalahi Dorong Transaksi Digital dan Budaya Menabung
Resmikan Kantor DPW PKS Sumut, Bobby Nasution Dorong Kolaborasi dan Pelayanan Publik
CFD Belawan Hadirkan Layanan Publik dan 90 Tenda UMKM, Warga Medan Utara Antusias
HUT ke-57, DPD IPK DPD IPK Kabupaten Asahan memperingati HUT ke-57 dengan syukuran dan aksi sosial berupa bantuan sembako kepada anak yatim serta masyarakat Gelar Aksi Sosial untuk Anak Yatim dan Masyarakat
HUT ke-33 RS H Adam Malik, Wagub Sumut Surya Ajak Masyarakat Rutin Berolahraga
Kota Pematangsiantar Raih KEJAR Award Terbaik Regional Sumatera, Wesly Silalahi Terima Penghargaan OJK
Diduga Simpan 100 Butir Ekstasi, Pria 49 Tahun Diamankan Polisi di Tanjung Pura

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

CFD Belawan Dipadati 6.000 Warga, Pemko Medan Libatkan 160 UMKM Lokal

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Marpesta QRIS 2026 Ditutup, Wesly Silalahi Dorong Transaksi Digital dan Budaya Menabung

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Resmikan Kantor DPW PKS Sumut, Bobby Nasution Dorong Kolaborasi dan Pelayanan Publik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:30 WIB

CFD Belawan Hadirkan Layanan Publik dan 90 Tenda UMKM, Warga Medan Utara Antusias

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:16 WIB

HUT ke-57, DPD IPK DPD IPK Kabupaten Asahan memperingati HUT ke-57 dengan syukuran dan aksi sosial berupa bantuan sembako kepada anak yatim serta masyarakat Gelar Aksi Sosial untuk Anak Yatim dan Masyarakat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:46 WIB

Kota Pematangsiantar Raih KEJAR Award Terbaik Regional Sumatera, Wesly Silalahi Terima Penghargaan OJK

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Diduga Simpan 100 Butir Ekstasi, Pria 49 Tahun Diamankan Polisi di Tanjung Pura

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Festival Sungai Asahan Dibuka Bupati Taufik, Sungai Jadi Perhatian untuk Wisata dan Ekonomi Warga

Berita Terbaru