Sejumlah orang tua siswa di SD IT Cendekia mengeluhkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima anak-anak mereka karena dinilai kurang layak dan tidak memenuhi harapan gizi, sebagaimana disampaikan kepada wartawan, Kamis, 6 Maret 2026.
Seorang wali murid mewakili pihak Sekolah, Ibu Mida, mengatakan menu yang diterima siswa bervariasi, namun porsinya dianggap minim.
Pada 6 Maret 2026, siswa menerima satu butir telur, satu buah pisang, dan satu buah jagung. Keesokan harinya, 7 Maret 2026, menu terdiri dari dua ekor ikan lele, dua potong ubi rebus, dan satu buah salak. Sementara pada 9 Maret 2026, siswa mendapat satu potong paha ayam, dua buah jeruk, serta beberapa irisan kentang rebus.
“Memang itu yang kami terima dari pihak penyedia,” ujar Mida.
Atas keluhan tersebut, wartawan berupaya mengonfirmasi pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beralamat di Jalan Tenis. Wartawan diarahkan untuk koordinasi ke Humas SPPG. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan tanggapan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, Urat H. Simajuntak, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Satuan Tugas MBG, menyatakan bahwa kewenangan memberikan penjelasan berada pada Ketua Satgas.
“Yang berwenang memberikan komentar adalah Ketua Satgas,” ujarnya singkat.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Ketua Satgas MBG yang juga Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar, Junaedi A. Sitanggang, belum membuahkan hasil. Saat didatangi di kantornya, Selasa, 17 Maret 2026, yang bersangkutan tidak berada di tempat.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait standar kelayakan menu MBG yang diberikan kepada siswa di sekolah tersebut. (Trikut Simatupang/red)



































