ATAPKOTA.COM, SAMOSIR — Arus wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Samosir meningkat tajam pada masa libur Idulfitri 1447 H. Hingga Senin (23 Maret 2026), kepadatan kendaraan wisatawan terlihat di sejumlah jalur menuju kawasan wisata, terutama di wilayah Menara Pandang Tele.
Lonjakan kendaraan roda dua dan roda empat membuat petugas gabungan dari kepolisian, TNI, dan Pemerintah Kabupaten Samosir harus bekerja hingga malam untuk mengatur arus lalu lintas. Meski sempat terjadi kepadatan, petugas mampu mengendalikan situasi sehingga kendaraan tetap bergerak.
Petugas terlihat melakukan pengaturan lalu lintas secara humanis untuk mengurai antrean kendaraan wisatawan yang masuk maupun keluar dari wilayah Samosir.
Kepadatan kendaraan tersebut bukan dipicu arus mudik atau arus balik Lebaran. Pemerintah daerah menilai kondisi itu lebih dipengaruhi tingginya minat masyarakat untuk berwisata selama libur panjang.
Data sementara dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan ke 15 objek wisata yang dikelola pemerintah daerah mencapai 65.354 orang selama periode 18 hingga 23 Maret 2026, yang bertepatan dengan libur Nyepi dan Idulfitri.
Dari jumlah tersebut, pemerintah daerah mencatat Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1.024.134.000 dalam kurun waktu enam hari.
Salah satu wisatawan, Vania, mengaku sengaja membawa keluarganya berlibur ke Samosir saat perjalanan mudik dari Bandung menuju Medan. Ia berencana menghabiskan waktu dua hari untuk menikmati suasana Danau Toba.
Menurut Vania, ia dan keluarganya terkesan dengan atraksi wisata yang ditawarkan. Salah satunya pertunjukan air mancur menari yang menjadi daya tarik baru di kawasan Waterfront City Pangururan.
“Saya datang bersama keluarga dan berencana menginap dua hari di Samosir. Tadi kami sempat menonton pertunjukan air menari. Menurut saya sangat menarik,” ujarnya saat ditemui di area kuliner food court Waterfront City.
Wisatawan lainnya, Muhammad Salmon, yang datang dari Kabupaten Asahan, mengaku beruntung masih mendapatkan penginapan meski sederhana. Ia mengaku baru pertama kali mengunjungi Samosir.
Menurut Salmon, keindahan alam serta ragam kuliner menjadi daya tarik utama daerah tersebut. “Pemandangannya indah, kulinernya enak, dan harganya masih cukup terjangkau,” katanya.
Ia bahkan berencana memanfaatkan fasilitas layar iklan yang tampil saat pertunjukan air mancur menari untuk memberikan ucapan ulang tahun kepada anaknya.
Lonjakan kunjungan wisatawan ini menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata Samosir. Pemerintah daerah mencatat sejumlah destinasi favorit seperti Menara Pandang Tele dan Waterfront Pangururan masih menjadi magnet utama bagi pengunjung selama libur panjang. (AP/red)

































