ATAPKOTA.COM, ASAHAN – Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Asahan, yang berlangsung pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi tahunan terhadap pelaksanaan otonomi daerah sekaligus penguatan komitmen pelayanan publik.
Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., bertindak sebagai inspektur upacara dan memimpin langsung jalannya kegiatan. Upacara berlangsung tertib dan khidmat, diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara (ASN), serta peserta lainnya.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakapolres Asahan Selamat Riayadi, S.H., S.I.K., M.H., perwakilan Kodim 0208/Asahan, perwakilan Kejaksaan Negeri Asahan melalui Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Dr. R.M. Yusuf Trisnajaya, S.H., M.H., perwakilan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Asahan, serta Ketua DPRD Kabupaten Asahan H. Efi Irwansyah Pane, S.H., M.Kn. Turut hadir pula para asisten, staf ahli, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), dan peserta apel.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati membacakan sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. Dalam sambutan itu, Mendagri menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah merupakan momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menyebut otonomi daerah sebagai instrumen strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Tema peringatan tahun ini, “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, menekankan pentingnya kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Dalam pidato tersebut, Mendagri juga menyoroti sejumlah langkah strategis, antara lain sinkronisasi perencanaan dan penganggaran pusat dan daerah, reformasi birokrasi berbasis hasil melalui digitalisasi, penguatan kemandirian fiskal daerah, serta peningkatan kolaborasi antarwilayah.
Selain itu, pemerintah daerah didorong untuk tetap fokus pada pelayanan dasar dan upaya pengentasan ketimpangan, di tengah berbagai tantangan global seperti ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, perubahan iklim, dan percepatan perkembangan teknologi.
Sejumlah langkah konkret juga ditekankan, di antaranya penguatan sektor pangan melalui regulasi dan sumber daya manusia, diversifikasi energi, pengelolaan sumber daya air berkelanjutan, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Mendagri juga mengingatkan pentingnya efisiensi anggaran dalam penyelenggaraan pemerintahan. Setiap kegiatan diminta dilaksanakan secara sederhana, tepat sasaran, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Penggunaan anggaran harus efektif dan dihindarkan dari pemborosan yang tidak berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” demikian inti pesan dalam sambutan tersebut.
Upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Kabupaten Asahan berakhir sekitar pukul 08.45 WIB dalam keadaan aman dan lancar. (AP/red)


































