Usai Ibu Hamil Ditandu 30 Kilometer, Pemprov Sumut Genjot Puskesmas Rawat Inap

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:02 WIB

40162 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menjawab pertanyaan pers di Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, baru-baru ini. (Ist)

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menjawab pertanyaan pers di Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, baru-baru ini. (Ist)

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara akan mempercepat program peningkatan Puskesmas rawat inap di daerah terpencil.

Langkah tersebut dilakukan menyusul peristiwa seorang ibu hamil di Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan, yang harus ditandu sejauh sekitar 30 kilometer selama enam jam akibat kondisi jalan rusak dan keterbatasan akses layanan kesehatan.

Pernyataan itu disampaikan Bobby Nasution saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (12/5/2026).

Dalam keterangannya, Bobby menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut dan menegaskan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah terpencil harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Kami menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini. Persoalan pelayanan kesehatan di daerah terpencil menjadi tanggung jawab bersama agar masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan,” ujar Bobby.

Menurut Bobby, tantangan utama di sejumlah wilayah terpencil tidak hanya berkaitan dengan fasilitas kesehatan, tetapi juga akses infrastruktur menuju pusat layanan yang masih terbatas.

Karena itu, Pemprov Sumut mendorong peningkatan status Puskesmas menjadi Puskesmas rawat inap, khususnya bagi daerah yang berjarak lebih dari 30 kilometer dari rumah sakit.

“Puskesmas yang lokasinya jauh dari rumah sakit akan kita dorong menjadi Puskesmas rawat inap. Program ini sudah dipersiapkan dan dipercepat mulai tahun ini,” katanya.

Bobby menjelaskan, Pemprov Sumut telah meminta pemerintah kabupaten dan kota melakukan evaluasi terhadap standar fasilitas Puskesmas di masing-masing wilayah.

Ia menegaskan, apabila fasilitas dan standar pelayanan telah memenuhi ketentuan, Pemerintah Provinsi siap memberikan dukungan anggaran guna peningkatan layanan kesehatan.

“Ketika standar pelayanan sudah terpenuhi, Pemerintah Provinsi akan membantu peningkatan fasilitas agar bisa menjadi Puskesmas rawat inap,” ujarnya.

Menurut Bobby, program tersebut sebelumnya direncanakan mulai dilaksanakan pada 2027. Namun, pelaksanaannya dipercepat pada 2026 setelah adanya dukungan bantuan dari pemerintah pusat.

Selain penguatan fasilitas kesehatan, Pemprov Sumut juga terus mendorong percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan menuju wilayah terpencil agar akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan menjadi lebih cepat dan aman.

Bobby menambahkan, Pemprov Sumut telah menyiapkan dukungan pembiayaan bagi pemerintah kabupaten dan kota yang mengusulkan peningkatan layanan kesehatan di daerah masing-masing.

“Kami tidak hanya mendorong programnya, tetapi juga menyiapkan dukungan anggaran. Tinggal bagaimana pemerintah daerah mengajukan sesuai kebutuhan wilayahnya,” pungkas Bobby. (AP/red)

Berita Terkait

CFD Belawan Dipadati 6.000 Warga, Pemko Medan Libatkan 160 UMKM Lokal
Marpesta QRIS 2026 Ditutup, Wesly Silalahi Dorong Transaksi Digital dan Budaya Menabung
Resmikan Kantor DPW PKS Sumut, Bobby Nasution Dorong Kolaborasi dan Pelayanan Publik
CFD Belawan Hadirkan Layanan Publik dan 90 Tenda UMKM, Warga Medan Utara Antusias
HUT ke-57, DPD IPK DPD IPK Kabupaten Asahan memperingati HUT ke-57 dengan syukuran dan aksi sosial berupa bantuan sembako kepada anak yatim serta masyarakat Gelar Aksi Sosial untuk Anak Yatim dan Masyarakat
HUT ke-33 RS H Adam Malik, Wagub Sumut Surya Ajak Masyarakat Rutin Berolahraga
Kota Pematangsiantar Raih KEJAR Award Terbaik Regional Sumatera, Wesly Silalahi Terima Penghargaan OJK
Diduga Simpan 100 Butir Ekstasi, Pria 49 Tahun Diamankan Polisi di Tanjung Pura

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

CFD Belawan Dipadati 6.000 Warga, Pemko Medan Libatkan 160 UMKM Lokal

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Marpesta QRIS 2026 Ditutup, Wesly Silalahi Dorong Transaksi Digital dan Budaya Menabung

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Resmikan Kantor DPW PKS Sumut, Bobby Nasution Dorong Kolaborasi dan Pelayanan Publik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:30 WIB

CFD Belawan Hadirkan Layanan Publik dan 90 Tenda UMKM, Warga Medan Utara Antusias

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:16 WIB

HUT ke-57, DPD IPK DPD IPK Kabupaten Asahan memperingati HUT ke-57 dengan syukuran dan aksi sosial berupa bantuan sembako kepada anak yatim serta masyarakat Gelar Aksi Sosial untuk Anak Yatim dan Masyarakat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:46 WIB

Kota Pematangsiantar Raih KEJAR Award Terbaik Regional Sumatera, Wesly Silalahi Terima Penghargaan OJK

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Diduga Simpan 100 Butir Ekstasi, Pria 49 Tahun Diamankan Polisi di Tanjung Pura

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Festival Sungai Asahan Dibuka Bupati Taufik, Sungai Jadi Perhatian untuk Wisata dan Ekonomi Warga

Berita Terbaru