ATAPKOTA.COM, LABUHAN BATU — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Labuhanbatu Raya dijadwalkan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) II sekaligus pelantikan pengurus pada 23 Mei 2026 mendatang.
Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Hall Hotel Permata Land, Rantauprapat, dan menjadi agenda konsolidasi organisasi untuk memperkuat kapasitas serta profesionalisme jurnalis media siber di wilayah Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Labuhanbatu Selatan.
Panitia pelaksana menyebut Muscab II akan membahas sejumlah agenda strategis organisasi, mulai dari laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, penyusunan program kerja, hingga pemilihan Ketua DPC PJS Labuhanbatu Raya untuk periode berikutnya.
Selain forum musyawarah, agenda pelantikan pengurus juga akan dilaksanakan sebagai penanda dimulainya kepengurusan baru organisasi.
Ketua panitia pelaksana, Lili Amansyah Panjaitan, mengatakan Muscab II diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas internal organisasi sekaligus meningkatkan kualitas jurnalisme media siber di daerah.
“Melalui Muscab II dan pelantikan ini, kami berharap PJS Labuhanbatu Raya semakin solid dan mampu menjadi wadah jurnalis media siber yang profesional, independen, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik,” ujar Lili Amansyah Panjaitan, Rabu, 13 Mei 2026.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut akan melibatkan seluruh anggota dan pengurus PJS Labuhanbatu Raya serta mengundang unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi kepemudaan, organisasi pers, tokoh masyarakat, dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Panitia saat ini juga tengah mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis pelaksanaan kegiatan agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar.
Muscab II PJS Labuhanbatu Raya mengusung tema: “Meneguhkan Integritas dan Kompetensi Wartawan untuk PJS yang Lebih Mandiri, Profesional, dan Diakui.”
Tema tersebut dinilai mencerminkan tantangan organisasi pers di tengah perkembangan media digital yang semakin cepat dan kompetitif, terutama terkait profesionalisme, integritas, dan kualitas verifikasi informasi.
Selain menjadi forum organisasi, Muscab II juga diharapkan dapat mempererat komunikasi dan silaturahmi antarsesama jurnalis di kawasan Labuhanbatu Raya.
Namun demikian, tantangan terbesar organisasi pers ke depan tidak hanya terletak pada pelaksanaan agenda seremonial, melainkan sejauh mana hasil Muscab mampu diterjemahkan menjadi program konkret dalam meningkatkan kompetensi wartawan, perlindungan profesi, serta kualitas pemberitaan yang sesuai kode etik jurnalistik. (AP/red)


































