Diduga Terlibat Kasus Penculikan Anak, Tiga Penjual Pupuk Diamankan Warga Desa Srigonco

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:45 WIB

40231 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, MALANG – Warga Desa Srigonco, Kabupaten Malang, dibuat resah oleh dugaan kasus penculikan anak yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

Pada Senin (19/5/2026), warga mengamankan tiga orang yang dicurigai terlibat dalam isu tersebut. Ketiganya masing-masing berinisial S, S, dan I.S., yang diketahui merupakan penjual pupuk asal Bojonegoro.

Ketiga pria tersebut diamankan warga karena dicurigai berkaitan dengan isu penculikan anak yang belakangan marak beredar di media sosial.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, warga kemudian membawa ketiga terduga ke Kantor Desa Srigonco.

Kepala Desa Srigonco, Didit Puji Leksono, S.Pt., S.H., N-LP., CPLA., bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat segera mengambil langkah pengamanan guna mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri oleh massa.

“Kami mengamankan yang bersangkutan terlebih dahulu agar situasi tetap kondusif dan tidak terjadi tindakan main hakim sendiri,” ujar Kepala Desa Srigonco.

Selanjutnya, pihak desa memfasilitasi pembuatan surat pernyataan yang disaksikan warga sebagai bentuk klarifikasi awal.

Hingga kini, penanganan lebih lanjut diserahkan kepada pihak berwenang guna memastikan kebenaran dugaan tersebut.

Pemerintah Desa Srigonco juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat terkait.

 

Kontributor : Arifpin.

Berita Terkait

Demo M3 di Pematangsiantar Diwarnai Orasi, Puisi Kritik, dan Pembakaran Ban
Aliansi Majelis Rakyat Berdaulat Desak DPRD Evaluasi Kepemimpinan Wali Kota Pematangsiantar
Sejumlah OKP di Pematangsiantar Tolak Pencatutan Nama dalam Seruan Aksi Pemakzulan Wali Kota
BNN Pematangsiantar Buka Suara Soal Dugaan Pasien Rehabilitasi Dirantai di Yayasan Rindung
Pengakuan Mengejutkan Eks Penghuni Rehabilitasi Rindung: Dirantai, Dipukul hingga Disuruh Minum Air Keran
Penghuni Ungkap Dugaan Kematian Puluhan Orang di Panti Rehabilitasi Pematangsiantar
Eks Penghuni Rehabilitasi Sebut Tak Ada HAM: “Binatang Saja Tidak Seperti Itu”
Penghuni Rehabilitasi Keluhkan Air Minum hingga Makanan Basi di Panti Rehab

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:45 WIB

Diduga Terlibat Kasus Penculikan Anak, Tiga Penjual Pupuk Diamankan Warga Desa Srigonco

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:03 WIB

Demo M3 di Pematangsiantar Diwarnai Orasi, Puisi Kritik, dan Pembakaran Ban

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:51 WIB

Aliansi Majelis Rakyat Berdaulat Desak DPRD Evaluasi Kepemimpinan Wali Kota Pematangsiantar

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:39 WIB

Sejumlah OKP di Pematangsiantar Tolak Pencatutan Nama dalam Seruan Aksi Pemakzulan Wali Kota

Selasa, 19 Mei 2026 - 01:33 WIB

BNN Pematangsiantar Buka Suara Soal Dugaan Pasien Rehabilitasi Dirantai di Yayasan Rindung

Senin, 18 Mei 2026 - 20:50 WIB

Penghuni Ungkap Dugaan Kematian Puluhan Orang di Panti Rehabilitasi Pematangsiantar

Senin, 18 Mei 2026 - 20:39 WIB

Eks Penghuni Rehabilitasi Sebut Tak Ada HAM: “Binatang Saja Tidak Seperti Itu”

Senin, 18 Mei 2026 - 20:27 WIB

Penghuni Rehabilitasi Keluhkan Air Minum hingga Makanan Basi di Panti Rehab

Berita Terbaru