ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR — Sejumlah mantan penghuni yang turut kabur dari Yayasan Rehabilitasi Rindung di Jalan Rindung, Kota Pematangsiantar, mengeluhkan kondisi fasilitas dan konsumsi selama berada di tempat tersebut.
Erwin mengaku selama menjalani rehabilitasi dirinya bersama penghuni lain hanya diberi air minum dari keran yang tidak dimasak.
“Saya sering diare karena minum air dari keran. Pernah juga sakit dan meriang, tapi tidak ditangani,” ujarnya, Senin (18/5).
Keluhan serupa juga disampaikan Rudi. Ia menyebut makanan yang diberikan sering kali dalam kondisi basi dan menu yang disajikan hampir setiap hari hanya ikan asin.
“Kalau hari Minggu kadang dapat ayam atau telur, tapi pernah juga dibilang ayam ternyata daging biawak,” katanya.
Selain soal makanan, para penghuni juga mengaku kerap diperlakukan tidak manusiawi, termasuk mendapat hukuman fisik seperti berguling di lapangan hingga dimandikan menggunakan air bercampur kotoran.
Muhammad Agus Hendri mengaku pernah mengalami perlakuan tersebut berkali-kali selama menjalani rehabilitasi.
Para mantan penghuni berharap pemerintah dan aparat terkait melakukan pemeriksaan terhadap kondisi di dalam panti rehabilitasi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Yayasan Rehabilitasi Rindung maupun aparat terkait atas tudingan tersebut. (AP/red)
Baca Sebelumnya :
7 Penghuni Kabur dari Panti Rehabilitasi di Pematangsiantar, Dugaan Penyiksaan Terungkap
Penghuni Rehabilitasi Mengaku Dirantai dan Dipukul, Begini Kesaksian Mereka
































