ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN — Kabupaten Simalungun masuk dalam kategori kluster performa menengah atas berdasarkan pemetaan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam pemetaan tersebut, Simalungun memperoleh skor 3,56 atau berada di atas rata-rata nasional yang ditetapkan sebesar 3,50.
Capaian tersebut menunjukkan kemampuan Kabupaten Simalungun dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Berdasarkan pemetaan BRIN, daerah di Indonesia dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama berdasarkan tingkat daya saing dan perkembangan wilayah.
Kategori pertama adalah kluster performa tertinggi dengan skor di atas 3,70 yang umumnya ditopang infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang kuat serta kondisi ekonomi makro yang dinilai stabil dan berkembang.
Selanjutnya, kluster performa menengah atas berada pada rentang skor 3,50 hingga 3,69. Daerah dalam kategori ini dinilai memiliki pencapaian setara atau melampaui rata-rata nasional, dengan dukungan kualitas sumber daya manusia (SDM), stabilitas pasar, dan potensi ekonomi yang cukup baik.
Sementara itu, kluster performa menengah bawah berada pada rentang skor 3,10 hingga 3,49 yang menggambarkan daerah dengan kinerja ekonomi dan pelayanan publik yang masih memerlukan penguatan di sejumlah sektor.
Selain mencatat skor IDSD sebesar 3,56, Kabupaten Simalungun juga mencatat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di Sumatera Utara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 5 Februari 2026, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Simalungun pada Triwulan IV Tahun 2025 mencapai 5,05 persen atau berada di posisi kedua tertinggi di Sumatera Utara setelah Kota Medan yang mencapai 6,54 persen.
Di Sumatera Utara, sejumlah daerah lain juga tercatat masuk kategori kluster performa menengah atas, di antaranya Kota Binjai dan Kota Pematangsiantar dengan rentang skor 3,50 hingga 3,55.
Menanggapi capaian tersebut, Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, mengatakan hasil pemetaan tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan.
“Capaian ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus bekerja agar Kabupaten Simalungun dapat naik ke kluster performa tertinggi di Sumatera Utara,” ujar Mixnon.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan daya saing daerah, termasuk sinergi antarperangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun.
Menurutnya, peningkatan IDSD menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur kemampuan daerah bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Indeks Daya Saing Daerah diukur berdasarkan empat pilar utama, yakni kualitas sumber daya manusia, stabilitas pasar, ekosistem inovasi, serta lingkungan pendukung pembangunan.
Pemerintah Kabupaten Simalungun optimistis penguatan pada empat sektor tersebut dapat mendorong pembangunan daerah yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing di masa mendatang. (AP/red)

































