Dugaan Ketidakadilan Internal DJP Sumut II Mencuat, Busrok Anthony Ancam Menginap di Istana

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:55 WIB

40272 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pegawai DJP Sumut II, Busrok Anthony, mengaku mengalami ketidakadilan usai melaporkan dugaan pelanggaran perpajakan dan penurunan jabatan kepada Serikat Pekerja.

Pegawai DJP Sumut II, Busrok Anthony, mengaku mengalami ketidakadilan usai melaporkan dugaan pelanggaran perpajakan dan penurunan jabatan kepada Serikat Pekerja.

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Dugaan ketidakadilan dalam penanganan internal pegawai di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Utara II mencuat dalam pertemuan antara jajaran pimpinan kantor tersebut dengan massa aksi Serikat Pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani Nena Wea (K-SPSI AGN) bersama Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (FSP KEP), yang berlangsung pada Selasa (12/5/2026).

Pertemuan yang digelar di Aula Kantor Wilayah DJP Sumut II, Jalan Kapten MH Sitorus Nomor 2, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat itu membahas keluhan salah seorang pegawai bernama Busrok Anthony terkait dugaan perlakuan tidak adil yang disebut telah berlangsung sejak 2022.

Dalam penyampaiannya, Busrok mengaku mulai mengalami tekanan setelah mengajukan laporan dan pengaduan terkait dugaan tindak pidana korupsi serta dugaan pelanggaran kewajiban perpajakan yang melibatkan dua badan usaha, yakni PT Antares Payment Method dan PT Beta Akses Vouchers.

Menurut Busrok, laporan tersebut telah mendapat balasan resmi dan dinyatakan masuk dalam proses penanganan. Namun hingga kini, ia menilai belum ada kejelasan mengenai tindak lanjut maupun hasil penanganan atas laporan tersebut.

“Selama tiga tahun terakhir, penilaian kinerja saya tetap baik. Namun setelah pengaduan itu berjalan, saya merasa mendapat perlakuan yang berbeda,” ujar Busrok di hadapan peserta pertemuan.

Ia juga mempertanyakan keputusan pencopotan dirinya dari jabatan Kepala Subbagian Tata Usaha Rumah Tangga menjadi staf pelaksana. Menurutnya, perubahan jabatan tersebut berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi keluarganya.

Busrok menyebut penghasilannya mengalami penurunan signifikan setelah tidak lagi menduduki jabatan struktural. Ia menilai keputusan tersebut belum disertai penjelasan yang memadai mengenai dasar pertimbangannya.

“Saya hanya berharap ada penjelasan yang objektif dan transparan terkait keputusan itu,” katanya.

Selain berdampak terhadap kondisi finansial, Busrok mengaku tekanan psikologis turut dirasakan keluarganya, termasuk istri dan anak-anaknya.

Karena merasa belum memperoleh kepastian penyelesaian di tingkat internal daerah, Busrok mengaku telah menyampaikan surat permohonan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ia bahkan berencana mendatangi Istana Negara bersama keluarganya sebagai bentuk upaya mencari perhatian terhadap persoalan yang dialaminya.

“Saya ingin persoalan ini mendapat perhatian serius dan diselesaikan secara terbuka serta adil,” ujarnya.

Busrok juga meminta dukungan serikat pekerja, elemen masyarakat, dan media massa agar proses penanganan persoalan tersebut dapat berjalan transparan dan akuntabel.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah DJP Sumut II, Dionysius Lucas Hendrawan, menyampaikan pihaknya menghormati langkah yang ditempuh Busrok sepanjang dilakukan sesuai ketentuan hukum dan mekanisme yang berlaku.

Kontributor : Larsen Simatupang.

Berita Terkait

Gowes 21 Kilometer Bersama Forkopimda, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap Pantau Kondisi Kota
Di Hadapan Senator DPD RI, Pedagang Pasar Dwikora Desak Kepastian Pascakebakaran dan Evaluasi Tata Kelola Pasar
Prabowo Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Dorong Peningkatan Layanan dan Percepatan Masa Tunggu
Pemerintah Klaim Terus Perkuat Kepercayaan Investor Lewat Deregulasi dan Hilirisasi
Pemprov Sumut Turun Tangan Bantu Korban Tusukan, Tagihan Rumah Sakit 147 Juta Berhasil Dikurangi
Prabowo Perkuat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis Bersama 12.173 Pelaksana dari Seluruh Indonesia
Program Cetak Sawah 2025 Dievaluasi, Bengkulu Fokus Optimalkan Lahan 572 Hektare
Dukung Garuda Muda di Stadion Utama Sumut, Wesly Silalahi Saksikan Indonesia Menang 3-0 atas Myanmar

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:50 WIB

Hinca Panjaitan Ajak Petani Bunga Tebar Pesan Keadilan di Polres Karo, Resmikan Ruang Restorative Justice

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:30 WIB

Resmikan Musholla Muslimat Muhammadiyah Tomuan, Wesly Silalahi: Rumah Ibadah Bentuk Karakter Generasi Muda

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:40 WIB

PLN UP3 Pematangsiantar Salurkan 15 Paket Sembako Lewat Program Xtracare, Total 272 Paket Disalurkan Sepanjang 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:17 WIB

Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih Evakuasi Pasien Jantung ke RSUD Perdagangan Saat Sidak Puskesmas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 07:30 WIB

Bobby Nasution Dorong PERGATSI Sumut Jadi Motor Industri Olahraga dan Penggerak Ekonomi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 07:13 WIB

Bupati Simalungun Bangun Jalan Rp 39 Miliar di Ujung Padang, Warga Sebut Terbesar dalam Sejarah

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:55 WIB

Pemko Medan Buka Peluang Kerja Sama dengan Qingyuan, Fokus Pendidikan hingga Energi dari Sampah

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:50 WIB

Prabowo Dorong Akademisi Hadirkan Inovasi, Bangga Indonesia Mulai Miliki Mobil Nasional

Berita Terbaru