ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Jajaran Kepolisian Sektor Bosar Maligas menggelar kegiatan gotong royong, sambang, dan bimbingan penyuluhan (binluh) bahaya narkoba bersama masyarakat di Nagori Boluk, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Jumat, 22 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB tersebut melibatkan aparat kepolisian, pemerintah kecamatan, perangkat nagori, dan masyarakat setempat sebagai bentuk penguatan sinergi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan masyarakat.
Kapolsek Bosar Maligas, Sonni G. Silalahi, mengatakan kegiatan itu tidak hanya bertujuan mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga terhadap bahaya narkoba.
“Kami ingin membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mengajak warga bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman narkoba,” ujar IPTU Sonni G. Silalahi.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan penyampaian edukasi kepada masyarakat mengenai dampak penyalahgunaan narkotika terhadap kesehatan, keamanan, dan kehidupan sosial masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Kanit Binmas James Simanjuntak bersama Bhabinkamtibmas berkoordinasi dengan Pangulu Nagori Boluk, Erni Sikumbang, untuk mengedukasi masyarakat secara langsung di sela kegiatan gotong royong.
Selain penyuluhan, aparat kepolisian bersama pemerintah kecamatan dan perangkat nagori juga memasang spanduk berisi pesan ajakan menolak narkoba di sejumlah titik strategis di wilayah Nagori Boluk.
Menurut pihak kepolisian, pemasangan spanduk tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat agar menjauhi penyalahgunaan narkotika.
Kasi Humas Kepolisian Resor Simalungun, Verry Purba, menyebut kegiatan itu merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
“Polri berupaya hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga melalui kegiatan pembinaan dan edukasi,” kata AKP Verry Purba.
Masyarakat Nagori Boluk menyambut positif kegiatan tersebut dan menyatakan komitmen bersama untuk menjaga lingkungan dari pengaruh narkoba.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif dengan keterlibatan aktif aparat kepolisian, pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, dan warga setempat. (AP/red)
































