ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar mengapresiasi kontribusi organisasi perempuan Muslimat Nahdlatul Ulama dalam mendukung pembangunan sosial, pendidikan, dan keagamaan di Kota Pematangsiantar.
Apresiasi tersebut disampaikan Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi yang diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan Muhammad Hamdani Lubis, S.H., saat membuka Konferensi IV Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kota Pematangsiantar Periode 2026–2031 di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jalan R.A. Kartini, Kota Pematangsiantar, Minggu (24/5/2026).
Dalam sambutannya, Hamdani menyampaikan bahwa Muslimat NU selama ini dinilai aktif berkontribusi dalam bidang pendidikan, sosial keagamaan, pemberdayaan perempuan, hingga pembinaan keluarga dan generasi muda.
“Atas nama Pemerintah Kota Pematangsiantar, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Muslimat NU yang terus berkontribusi mendukung pembangunan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan,” ujar Hamdani.
Ia menilai Muslimat NU memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai Islam moderat, memperkuat persatuan, serta membangun kehidupan masyarakat yang religius dan toleran.
Menurutnya, konferensi tersebut tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga forum evaluasi dan konsolidasi dalam menyusun arah kebijakan organisasi ke depan agar tetap relevan terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
“Melalui konferensi ini diharapkan lahir gagasan, program, serta kepengurusan yang amanah dan mampu memperkuat peran Muslimat NU di tengah masyarakat,” katanya.
Ketua PC Muslimat NU Kota Pematangsiantar Dra. Hj. Musdawiyah Nasution mengatakan konferensi tersebut menjadi momentum memperkuat semangat kader dalam memajukan organisasi.
Ia menyebut Muslimat NU selama ini aktif melaksanakan pengajian hingga kegiatan sosial di tingkat kecamatan.
“Kami berharap Muslimat NU terus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan Kota Pematangsiantar,” ucap Musdawiyah.
Sementara itu, perwakilan PC Nahdlatul Ulama Kota Pematangsiantar, Lintong Sirait, menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di tengah dinamika sosial masyarakat.
Menurutnya, persatuan dan ukhuwah menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah.
“Soliditas organisasi dan persatuan masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang selaras,” ujarnya.
Ketua PW Muslimat NU Provinsi Sumatera Utara Hj. Rohani, M.A.P., juga berharap sinergi antara organisasi kemasyarakatan Islam dan pemerintah daerah terus diperkuat demi mendukung pembangunan sosial dan keagamaan di Kota Pematangsiantar.
Kegiatan konferensi turut diisi penampilan Shalawat Badar oleh kader Muslimat NU Kota Pematangsiantar dan dihadiri sejumlah tokoh organisasi keagamaan serta unsur pemerintah daerah. (AP/red)

































