ATAPKOTA.COM, KAMPAR – Antrean kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terlihat mengular di SPBU 14.284.628 Kain Lipat, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Deretan truk, bus, dan kendaraan lainnya tampak memenuhi area SPBU hingga membentuk antrean beberapa lapis.
Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean kendaraan mencapai tiga hingga empat lajur dan menyebabkan proses pengisian BBM berlangsung lebih lama dari biasanya.
Kondisi tersebut turut dikeluhkan para penumpang bus antarkota. Salah satunya, Nainggolan (45), penumpang Bus Medan Jaya jurusan Medan–Jakarta, yang mengaku perjalanan yang ditempuhnya mengalami keterlambatan akibat antrean di sejumlah SPBU.
Menurut Nainggolan, sebelum tiba di Kabupaten Kampar, bus yang ditumpanginya juga sempat mengantre untuk mengisi solar di wilayah Rantauprapat, Sumatera Utara.
“Di Rantauprapat kami ikut mengantre sekitar tiga jam. Panjang antreannya kurang lebih satu kilometer,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menambahkan, setibanya di SPBU Kain Lipat, bus yang ditumpanginya kembali harus mengantre sejak sekitar pukul 11.00 WIB. Hingga pukul 14.37 WIB, kendaraan tersebut disebut masih belum selesai melakukan pengisian BBM.
Nainggolan berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat mencari solusi agar bus angkutan penumpang memperoleh pelayanan yang lebih efektif tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, keterlambatan perjalanan akibat antrean panjang dapat berdampak pada bertambahnya pengeluaran penumpang, seperti biaya makan, minum, maupun kebutuhan lainnya selama perjalanan.
“Kami berharap ada solusi agar bus penumpang tidak terlalu lama mengantre sehingga perjalanan tidak mengalami keterlambatan yang berdampak kepada penumpang,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, ATAPKOTA.COM masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pengelola SPBU 14.284.628 Kain Lipat maupun pihak PT Pertamina Patra Niaga mengenai penyebab antrean panjang tersebut serta langkah yang telah atau akan dilakukan untuk mengatasinya.(AP)

































