Polda Sumut Ingatkan Pelajar soal Jejak Digital, Judi Online hingga Eksploitasi Anak

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:26 WIB

404 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Sumut melalui Polwan Goes to School mengedukasi pelajar tentang jejak digital, judi online, serta pencegahan eksploitasi anak di ruang digital.

Polda Sumut melalui Polwan Goes to School mengedukasi pelajar tentang jejak digital, judi online, serta pencegahan eksploitasi anak di ruang digital.

ATAPKOTA.COM, MEDAN — Polisi Wanita (Polwan) Polda Sumatera Utara menggelar program Polwan Goes to School di sejumlah sekolah pada Senin, 24 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan Republik Indonesia sekaligus memberikan edukasi kepada pelajar mengenai keamanan dan risiko di ruang digital.

Kegiatan mengangkat tema “Menjaga Jejak Digital, Bahaya Judi Online, serta Pencegahan Eksploitasi dan Pelecehan Seksual Anak Secara Daring (Online Child Sexual Exploitation)”.

Materi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan pelajar dalam menggunakan media sosial, aplikasi percakapan, permainan daring, serta berbagai platform digital yang mereka gunakan sehari-hari.

Sejumlah Polwan Polda Sumut ditugaskan sebagai pengambil apel sekaligus narasumber di beberapa sekolah.

Mereka antara lain AKBP Rivawaty Marentina Sitinjak, S.Psi., di SMA Bhayangkara Medan; Kompol Mitha Natasya, S.H., S.I.K., di MAN 1 Lubuk Pakam; AKBP Debora M. Hutagaol, S.Si., M.Farm., di SMA Negeri 5 Medan; AKP Yuni Darmawani, S.Sos., di SMA Advent 1 Medan; serta Kompol Efriyanti, S.H., M.H., di SMK Parulian.

Dalam penyampaian materi, Polwan mengingatkan pelajar agar tidak hanya memahami manfaat teknologi, tetapi juga mengenali risiko yang dapat muncul ketika ruang digital digunakan tanpa kehati-hatian.

“Kami hadir bukan untuk menakut-nakuti adik-adik, tetapi sebagai kakak dan sebagai pelindung. Ancaman saat ini tidak hanya ada di jalan atau tempat sepi, tetapi juga bisa masuk melalui handphone yang setiap hari ada di tangan kita,” ujar salah satu narasumber.

Pelajar juga diingatkan mengenai jejak digital. Unggahan, foto, video, komentar, dan percakapan yang dibagikan melalui internet berpotensi tersimpan, disebarkan kembali, atau disalahgunakan.

Karena itu, siswa diajak mempertimbangkan dampak sebelum mengunggah sesuatu ke media sosial.

“Sebelum posting, pikirkan dampaknya. Tanyakan kepada diri sendiri apakah konten tersebut sopan, bermanfaat dan tidak akan merugikan kita di masa depan. Kalau masih ragu, lebih baik jangan diposting,” pesannya.

Selain persoalan jejak digital, Polwan juga memberikan edukasi mengenai risiko judi online.

Pelajar diminta tidak mudah percaya terhadap promosi keuntungan cepat maupun ajakan bermain yang disebarkan melalui media sosial, aplikasi percakapan, atau lingkungan pertemanan.

Dalam materi yang disampaikan, judi online disebut dapat membawa berbagai dampak negatif, termasuk mengganggu aktivitas belajar, menimbulkan masalah keuangan, serta memengaruhi hubungan dengan keluarga.

“Judi online bukan permainan dan bukan jalan untuk mendapatkan uang dengan cepat. Jangan sampai rasa penasaran dan iming-iming keuntungan justru merusak pendidikan serta masa depan adik-adik,” tegas narasumber.

Materi berikutnya berkaitan dengan pencegahan eksploitasi dan pelecehan seksual terhadap anak melalui jaringan internet.

Pelajar diminta berhati-hati terhadap orang yang baru dikenal melalui media sosial, aplikasi percakapan, maupun permainan daring, terutama apabila mulai meminta informasi atau materi pribadi, mengajak melakukan sesuatu yang tidak pantas, atau meminta komunikasi tersebut dirahasiakan.

Polwan juga menekankan pentingnya mencari bantuan dari orang dewasa tepercaya apabila seorang pelajar merasa terancam atau menghadapi situasi yang membuat tidak nyaman.

“Jangan panik dan jangan menuruti permintaan pelaku. Simpan bukti, blokir pelaku dan segera ceritakan kepada orang tua, guru atau pihak kepolisian. Ingat, korban tidak boleh disalahkan. Yang salah adalah pelakunya,” ungkapnya.

Pendekatan tersebut penting untuk membangun pemahaman bahwa anak yang menjadi korban tidak boleh diposisikan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tindakan pelaku.

Melalui kegiatan tersebut, para Polwan mengajak pelajar membangun kebiasaan menggunakan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.

Pelajar juga didorong untuk tidak mudah mempercayai orang yang dikenal melalui internet, tidak tergiur tawaran uang secara instan, berani menolak ajakan yang tidak tepat, serta segera mencari bantuan ketika menghadapi ancaman atau dugaan kejahatan.

“Masa depan adik-adik sangat berharga. Jangan sampai masa depan itu rusak hanya karena satu postingan, satu klik atau satu chat dengan orang yang tidak dikenal,” pesan Polwan kepada para siswa.

Kegiatan Polwan Goes to School tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Sumut membangun komunikasi dengan generasi muda melalui pendekatan edukatif dan humanis.

Edukasi mengenai keamanan digital di lingkungan sekolah juga menjadi penting seiring semakin luasnya penggunaan media sosial dan berbagai layanan internet oleh kalangan pelajar.

Dengan pemahaman yang lebih baik, pelajar diharapkan mampu mengenali risiko, menjaga privasi, menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, serta berani mencari pertolongan ketika menghadapi persoalan di ruang digital.(red)

Berita Terkait

Kurang dari 24 Jam, Polda Sumut Ungkap Dugaan Perampokan dan Pembunuhan Driver Taksi Online
Pesilat Moccak Pakpak Aceh Singkil Borong 9 Medali di Sumut, Bidik Kejuaraan Internasional di Malaysia
Polres Batu Bara Ungkap 10 Kasus 3C, 17 Orang Diamankan
Peredaran Ganja di Bintang Mersada Diungkap, Polres Dairi Amankan Dua Pria dan 18,05 Gram Barang Bukti
Polwan Polda Sumut Gelar Bakti Kesehatan, 200 Warga Belawan Dapat Pengobatan Gratis
Polisi Masuk Sekolah, Sat Binmas Polres Langkat Ingatkan Pelajar soal Pergaulan dan 3C
Wali Kota Cup Siantar Road Race 2026 Digelar 13 September, Pemko Dorong UMKM Terlibat
Polres Langkat Tangkap Tujuh Orang Terkait Dugaan Curas di Empat Lokasi, Dua Pisau dan Dua Motor Diamankan

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:54 WIB

Kurang dari 24 Jam, Polda Sumut Ungkap Dugaan Perampokan dan Pembunuhan Driver Taksi Online

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Pesilat Moccak Pakpak Aceh Singkil Borong 9 Medali di Sumut, Bidik Kejuaraan Internasional di Malaysia

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Polres Batu Bara Ungkap 10 Kasus 3C, 17 Orang Diamankan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:47 WIB

Peredaran Ganja di Bintang Mersada Diungkap, Polres Dairi Amankan Dua Pria dan 18,05 Gram Barang Bukti

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Polwan Polda Sumut Gelar Bakti Kesehatan, 200 Warga Belawan Dapat Pengobatan Gratis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:25 WIB

Wali Kota Cup Siantar Road Race 2026 Digelar 13 September, Pemko Dorong UMKM Terlibat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Polres Langkat Tangkap Tujuh Orang Terkait Dugaan Curas di Empat Lokasi, Dua Pisau dan Dua Motor Diamankan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:29 WIB

Pencurian Alfamart di Hamparan Perak, Polisi Amankan Pemuda dan Kejar Empat Orang Lain

Berita Terbaru

Polres Batu Bara mengungkap 10 perkara pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dalam periode 16 Juli hingga 26 Agustus 2026.

BATU BARA

Polres Batu Bara Ungkap 10 Kasus 3C, 17 Orang Diamankan

Kamis, 27 Agu 2026 - 10:50 WIB