ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Dukungan agar Prof. Dr. Sarintan Efratani Damanik, S.Hut., M.Si. kembali memimpin Universitas Simalungun (USI) untuk periode 2026–2030 disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Pemangku Adat dan Cendekiawan Simalungun (DPP-PACS), Dr. Sarmedi Purba, Sp.OG.
Dukungan tersebut disampaikan Sarmedi kepada wartawan pada Kamis (27/8/2026). Ia menilai kepemimpinan Sarintan selama menjabat rektor layak menjadi pertimbangan dalam proses penentuan pimpinan USI untuk periode berikutnya.
“Menurut saya, kepemimpinan Prof. Sarintan Damanik sebagai Rektor Universitas Simalungun baiknya diteruskan. Selama ini beliau mampu memimpin USI di tengah berbagai tantangan, baik dari internal maupun eksternal,” kata Sarmedi.
Menurut Sarmedi, pengalaman Sarintan dalam mengelola USI selama periode pertama menjadi salah satu alasan dirinya memberikan dukungan. Ia menilai kesinambungan kepemimpinan diperlukan agar program dan pengelolaan perguruan tinggi tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
Sarmedi juga berpendapat bahwa pergantian rektor setelah hanya satu periode dapat memengaruhi kesinambungan program perguruan tinggi.
“Pergantian rektor yang cepat setelah satu periode menurut saya kurang baik bagi kesinambungan pengelolaan USI. Apalagi USI memiliki peran penting bagi masyarakat Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun,” ujarnya.
Ia berharap proses penentuan rektor USI mempertimbangkan kebutuhan pengembangan institusi, mahasiswa, serta masyarakat di wilayah Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun.
“Saya yakin USI mampu menghasilkan sarjana-sarjana berkualitas yang dapat bersaing secara nasional maupun internasional. Semoga Dewan Pembina USI mengambil kebijakan yang berpihak pada kebutuhan mahasiswa, Pemerintah Kota Pematangsiantar, Pemerintah Kabupaten Simalungun, serta masyarakat di kedua daerah,” kata Sarmedi.
Dukungan terhadap Sarintan juga dikaitkan dengan sejumlah capaian yang diraih USI selama masa kepemimpinannya.
Salah satunya adalah penghargaan dalam Anugerah Pelaporan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bagi Perguruan Tinggi Swasta di lingkungan LLDikti Wilayah I Sumatera Utara yang berlangsung di Medan pada Selasa (26/1/2026).
Penghargaan tersebut diberikan kepada perguruan tinggi yang dinilai menunjukkan konsistensi dalam menerapkan siklus PPEPP, yakni Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan Standar, serta pencapaian akreditasi program studi.
Dalam ajang Anugerah SPMI LLDikti Wilayah I Tahun 2026, USI tercatat memperoleh penghargaan Terbaik VII untuk kategori SPMI berdasarkan penetapan pada bentuk perguruan tinggi universitas.
Selain itu, USI disebut memperoleh penghargaan sebagai perguruan tinggi swasta penerima Surat Keputusan (SK) jabatan fungsional lektor dan guru besar terbanyak pada periode 2024 dari LLDikti Wilayah I Sumatera Utara.
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam bahan pemberitaan, capaian tersebut menempatkan USI di antara perguruan tinggi swasta di Sumatera Utara yang mendapat perhatian dalam aspek pengembangan jabatan fungsional akademik.
Capaian lain yang disorot adalah bertambahnya jumlah guru besar di lingkungan USI selama masa kepemimpinan Sarintan.
Dalam bahan yang diterima ATAPKOTA.COM disebutkan bahwa selama sekitar tiga tahun kepemimpinan Sarintan, USI melahirkan tujuh guru besar, yakni Prof. Dr. Ika Rosenta, Prof. Dr. Anita Purba, Prof. Dr. Ika Rosenta Purba, Prof. Dr. Hisarma Saragih, Prof. Drs. Ulung Napitu, Prof. Dr. Ridwin Purba, serta Prof. Dr. Jef Rudianto Saragih.
Bahan tersebut juga menyebut Sarintan sebagai guru besar terakhir yang disebut dalam rangkaian capaian tersebut.
Namun, untuk memastikan akurasi jumlah, periode pengangkatan, serta status masing-masing guru besar, data tersebut perlu dicocokkan dengan dokumen resmi LLDikti Wilayah I dan sumber resmi USI.
Informasi mengenai penghargaan SPMI dan capaian jabatan fungsional tersebut juga perlu diverifikasi kembali melalui dokumen penghargaan atau publikasi resmi lembaga terkait.
Dengan sejumlah capaian tersebut, dukungan terhadap Sarintan untuk kembali memimpin USI kini menjadi bagian dari dinamika menjelang penentuan Rektor USI periode 2026–2030.(AP/red)
































