Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 3 September 2026 - 21:29 WIB

4023 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima audiensi perwakilan dosen dan mahasiswa berprestasi Universitas Brawijaya (UB) di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, tiga tim mahasiswa memperkenalkan inovasi di bidang kesehatan sekaligus memaparkan pengembangan talenta mahasiswa.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah ADAPT-V, rompi yang mengintegrasikan sensor detak jantung dan gerakan dengan teknologi machine learning serta Internet of Things (IoT).

Teknologi tersebut dirancang untuk membantu mengidentifikasi kondisi tantrum pada anak dengan autism spectrum disorder (ASD). Ketika sistem mendeteksi kondisi yang ditargetkan, rompi dirancang mengembang dan memberikan tekanan pada tubuh anak sehingga menghasilkan sensasi seperti pelukan.

Setelah kondisi anak terdeteksi kembali stabil, rompi tersebut dirancang kembali ke bentuk semula.

Wapres Gibran mengapresiasi inovasi yang dikembangkan mahasiswa UB. Ia mendorong agar penelitian tersebut tidak berhenti pada tahap pengembangan maupun publikasi, tetapi dilanjutkan hingga dapat digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kepala Pengembangan Talenta Mahasiswa Universitas Brawijaya, Abu Bakar Sambah, mengatakan pesan tersebut menjadi salah satu arahan utama yang disampaikan Wapres dalam audiensi.

“Pesan dari Mas Wapres bahwa alat ini tidak saja berhenti sampai di sini. Tidak saja berhenti sampai dipublikasi, tetapi harus sampai dihilirisasi, dan produk ini harus punya manfaat,” ujar Abu Bakar.

Dorongan hilirisasi menjadi penting karena inovasi berbasis penelitian membutuhkan tahapan lanjutan sebelum dapat diterapkan secara luas, termasuk pengujian, penyempurnaan teknologi, aspek keamanan, serta kesesuaian dengan kebutuhan pengguna.

Selain ADAPT-V, mahasiswa UB memperkenalkan dua inovasi lainnya, yakni Transaid dan Vitalsense.

Transaid memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pencitraan tiga dimensi untuk membantu mendeteksi celah antara bahan tambalan dengan gigi asli.

Sementara itu, Vitalsense merupakan perangkat pemantauan kesehatan secara non-invasif yang menggabungkan teknologi IoT dan machine learning. Perangkat tersebut dirancang untuk melakukan screening terhadap enam parameter kesehatan, yakni suhu tubuh, tekanan darah, saturasi oksigen, kolesterol, glukosa, dan denyut nadi.

Ketiga inovasi tersebut menunjukkan bagaimana teknologi dikembangkan mahasiswa untuk menjawab persoalan di bidang kesehatan dengan pendekatan berbasis data dan teknologi digital.

Selain membahas inovasi, Wapres juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi, minat, dan bakat yang dimiliki.

Abu Bakar mengatakan mahasiswa didorong untuk tidak membatasi pengembangan diri hanya pada bidang sains dan teknologi, tetapi juga pada bidang sosial humaniora.

“Arahan lainnya dari Mas Wapres adalah kembangkan potensi yang dimiliki oleh mahasiswa, khususnya mahasiswa Universitas Brawijaya. Kembangkan potensi diri, kembangkan minat dan bakat. Entah itu bidangnya mau sainstek, bidangnya ada di sosial humaniora, yang penting kembangkan potensi diri,” tuturnya.

Menurut dia, proses pembelajaran juga tidak semestinya hanya berlangsung di ruang kelas. Mahasiswa perlu memahami persoalan sosial dan kondisi masyarakat sebagai bagian dari proses menemukan gagasan baru.

Wapres juga menekankan pentingnya mahasiswa memperluas pengalaman dengan belajar dari lingkungan sosial. Pemahaman terhadap persoalan masyarakat dinilai dapat menjadi sumber lahirnya gagasan kreatif dan inovatif.

“Pesan dari Mas Wapres untuk kita semua, belajar itu bisa di mana saja, bisa di ruang kelas, bisa di luar dari ruang kelas. Memahami masyarakat, memahami kondisi sosial, memahami kondisi politik dan ekonomi di luar ruang kelas sehingga yang paling penting itu adalah mencari ide-ide segar, ide-ide inovasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada,” kata Abu Bakar.

Ia menambahkan, mahasiswa perlu aktif dalam proses pendidikan sekaligus kehidupan bermasyarakat. Aktivitas tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi akademik, tetapi juga solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Sehingga mahasiswa memang harus dituntut untuk selalu aktif dalam berbagai hal. Jadi aktif dalam belajar, aktif dalam memahami masalah sosial, dan yang paling utama adalah memberikan solusi nyata untuk kepentingan bersama,” pungkasnya. (AP/red)

Berita Terkait

Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan
Belacan Khas Asahan Ditargetkan Tembus Pasar Thailand, Pemkab Siapkan Dukungan untuk UMKM
Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga
Wabup Simalungun Minta Pasar Lokal Dilibatkan dalam Rantai Pasok Program MBG
15 Tahun Menanti, Warga Gang Keluarga Kwala Bekala Kini Nikmati Jalan Beton
Kendalikan Inflasi dan Deflasi, Rico Waas Minta TPID Medan Bergerak Lebih Dini
Tiga Pekerja Tewas dalam Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei
Donor Darah Warnai HUT ke-79 Koperasi di Pematangsiantar, Digelar Dua Hari

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 21:29 WIB

Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi

Kamis, 3 September 2026 - 21:00 WIB

Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan

Kamis, 3 September 2026 - 20:35 WIB

Belacan Khas Asahan Ditargetkan Tembus Pasar Thailand, Pemkab Siapkan Dukungan untuk UMKM

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga

Kamis, 3 September 2026 - 20:05 WIB

Wabup Simalungun Minta Pasar Lokal Dilibatkan dalam Rantai Pasok Program MBG

Kamis, 3 September 2026 - 18:51 WIB

Kendalikan Inflasi dan Deflasi, Rico Waas Minta TPID Medan Bergerak Lebih Dini

Kamis, 3 September 2026 - 18:41 WIB

Tiga Pekerja Tewas dalam Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei

Kamis, 3 September 2026 - 18:36 WIB

Donor Darah Warnai HUT ke-79 Koperasi di Pematangsiantar, Digelar Dua Hari

Berita Terbaru