HKG PKK ke-54 Sumut, Bobby Nasution Ajak Kader Lindungi Anak dari Narkoba dan Perundungan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:52 WIB

4016 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu saat memberikan sambutan pada Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 54 Tahun 2026 Provinsi Sumatera Utara yang diselenggarakan di Hotel Grand Mercure, Jalan Sutomo, Medan, Kamis (22/10/2026).

Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu saat memberikan sambutan pada Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 54 Tahun 2026 Provinsi Sumatera Utara yang diselenggarakan di Hotel Grand Mercure, Jalan Sutomo, Medan, Kamis (22/10/2026).

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak seluruh kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) memperkuat peran keluarga dalam melindungi anak dari bahaya narkoba dan perundungan (bullying). Ia menilai ketahanan keluarga menjadi fondasi penting untuk membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Ajakan tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 tingkat Provinsi Sumatera Utara, yang diselenggarakan TP PKK Sumut di Hotel Grand Mercure, Kamis (22/10/2026).

Peringatan tahun ini mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”.

Bobby menekankan bahwa orang tua, khususnya ibu, memiliki peran penting dalam membentuk perilaku dan karakter anak melalui pendidikan serta keteladanan di lingkungan keluarga.

“Ibu-ibu PKK adalah sekolah pertama untuk anak-anak. Kuncinya berada pada ibu-ibu. Mereka akan mencontoh apa yang ibu perbuat, ibu katakan. Karena itu saya titip anak-anak agar tidak terjerat dari segala jenis narkoba. Saat ini Sumut masih peringkat satu narkoba,” ucap Bobby.

Pernyataan mengenai posisi Sumatera Utara terkait permasalahan narkoba tersebut menjadi pengingat pentingnya keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Bobby menyebut keluarga sebagai fondasi utama pembangunan. Keluarga yang sehat, terdidik, mandiri, dan sejahtera dinilai berperan besar dalam mendukung kemajuan Sumatera Utara.

Karena itu, ia mendorong kader PKK terus mengoptimalkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Program tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, pendidikan anak, ketahanan pangan keluarga, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan kepedulian sosial.

Meski dirumuskan sejak 1978 melalui lokakarya di Jawa Tengah, Bobby menilai 10 Program Pokok PKK tetap relevan. Namun, pelaksanaannya perlu terus menyesuaikan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Selain menyoroti perlindungan anak dan ketahanan keluarga, Bobby mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung pelaksanaan program PKK di era digital.

Menurutnya, teknologi dapat menjadi sarana untuk memperkuat efektivitas program sekaligus membantu kader menjawab tantangan keluarga dan masyarakat yang semakin beragam.

Ia mengusulkan agar penerapan AI dapat menjadi salah satu keluaran tambahan dalam pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, melalui kesepakatan bersama antara TP PKK Sumut dan TP PKK kabupaten/kota.

“Kalau bisa, boleh seluruh program 10 Program Pokok PKK ini ada satu tambahan output yang bisa disepakati bersama, khususnya PKK Sumut dan daerah. Saat ini kita hidup di zaman digital, tentang bagaimana penggunaan AI yang saat ini begitu masif,” ucapnya.

Dorongan tersebut menempatkan adaptasi teknologi sebagai salah satu peluang untuk memperkuat gerakan PKK. Penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, kemampuan kader, serta perlindungan data pribadi, khususnya ketika berkaitan dengan anak dan keluarga.

Sebelumnya, Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu menyampaikan bahwa PKK merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan program prioritas di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.

Menurut Kahiyang, penguatan ketahanan keluarga menjadi titik awal untuk mendukung keberhasilan pembangunan karena keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat.

Ia juga menilai peringatan HKG PKK ke-54 sebagai momentum untuk menyatukan visi dan memperkuat sinergi seluruh jajaran PKK, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa dan kelurahan.

Kader Dasawisma, lanjutnya, memiliki posisi penting karena berhadapan langsung dengan keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Gerakan masif ini bertujuan untuk meneguhkan kembali pelaksanaan 10 Program Pokok PKK agar berjalan selaras, adaptif, dan secara nyata mendorong keberhasilan program pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat maupun daerah,” katanya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kahiyang Ayu menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba PKK tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Kategori yang dilombakan meliputi Tertib Administrasi PKK, Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK, Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (AKU HATINYA) PKK, serta Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Test.

Perlombaan dibagi dalam dua kategori, yakni tingkat kabupaten dan kota. Para pemenang menerima dana pembinaan, trofi, dan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas upaya mereka dalam menjalankan program PKK.

Puncak peringatan HKG PKK ke-54 tersebut turut dihadiri Staf Ahli I TP PKK Sumut Titiek Sugiharti, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumut Boya Yanti Gultom, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut, seluruh Ketua TP PKK kabupaten/kota, kader PKK se-Sumut, serta sejumlah kepala desa dan lurah.

Melalui peringatan ini, TP PKK Sumut mendorong penguatan peran keluarga, peningkatan kualitas kader, dan sinergi dengan pemerintah agar program pemberdayaan keluarga semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.(AP/red)

 

Berita Terkait

PLN Pematangsiantar Perkuat Sinergi dengan Kapolres untuk Jaga Keamanan dan Keandalan Listrik
Ramses Walmanto Manurung Tampung Keluhan Warga soal Sampah dan Lampu Jalan Mati
Rakernas III PJS Digelar di Batam 4–5 November 2026, Bahas Pengesahan Lima Pedoman Organisasi
Borong Prestasi di Lima Kategori, TP PKK Asahan Jadi Juara Umum HKG Sumut
Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Diberhentikan PWI; Makali Kumar Soroti Monopoli Penyelenggaraan
PN Bengkulu Vonis Yayan 12 Tahun Penjara dalam Perkara Persetubuhan Anak Menggunakan Sajam
Dana 67 Juta Belum Kembali, Warga Laporkan Oknum Polisi ke Polda Bengkulu
Panitia Pemilihan Rektor USI: Suara Senat Bukan Penentu Akhir, 3 Calon Rektor USI Ikuti Seluruh Tahapan Seleksi

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:18 WIB

PLN Pematangsiantar Perkuat Sinergi dengan Kapolres untuk Jaga Keamanan dan Keandalan Listrik

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Ramses Walmanto Manurung Tampung Keluhan Warga soal Sampah dan Lampu Jalan Mati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Rakernas III PJS Digelar di Batam 4–5 November 2026, Bahas Pengesahan Lima Pedoman Organisasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Borong Prestasi di Lima Kategori, TP PKK Asahan Jadi Juara Umum HKG Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Diberhentikan PWI; Makali Kumar Soroti Monopoli Penyelenggaraan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Dana 67 Juta Belum Kembali, Warga Laporkan Oknum Polisi ke Polda Bengkulu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:55 WIB

Panitia Pemilihan Rektor USI: Suara Senat Bukan Penentu Akhir, 3 Calon Rektor USI Ikuti Seluruh Tahapan Seleksi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:39 WIB

Hidayati Laporkan Ratnawati ke Polda Bengkulu atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah

Berita Terbaru