Komisi Yudisial Awasi Sidang Sengketa Tanah PT Paradisa Nusantara, Mafia Tanah Disorot

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Sabtu, 5 Juli 2025 - 17:25 WIB

40833 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, BENGKULU – Komisi Yudisial Republik Indonesia akhirnya menindaklanjuti laporan hukum dari Rizki Dini Hasanah, S.H., kuasa hukum PT Paradisa Nusantara, terkait perkara sengketa tanah yang tengah memasuki tahap persidangan.

Laporan ini diajukan menyusul dugaan intervensi dan potensi ketidakadilan dalam perkara bantahan gugatan atas kepemilikan lahan yang diklaim milik sah PT Paradisa Nusantara.

Sengketa tanah itu saat ini sedang berlangsung di pengadilan dan telah menjadi perhatian publik.

“Alhamdulillah, laporan kami sudah direspons. Komisi Yudisial telah mulai melakukan pengawasan terhadap perkara yang menyangkut lahan sah milik klien kami,” ungkap Rizki Dini Hasanah dalam keterangan persnya, Senin (1/7/2024).

Menurut Dini, langkah ini menjadi bukti bahwa institusi pengawasan yudisial masih berpihak pada prinsip keadilan dan transparansi.

Ia berharap, perkara yang dikuasakan kepada Direktur PT Paradisa Nusantara, Peni Riyanto, menjadi contoh nyata agar praktik mafia tanah tidak lagi diberi ruang.

“Kami ingin ini menjadi preseden. Mafia tanah tidak boleh terus-menerus menang hanya karena kekuatan uang atau relasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dini menyebut bahwa pihaknya telah melibatkan Satgas Mafia Tanah untuk mengawal proses hukum sejak awal.

Ia menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh dari tingkat Pengadilan Negeri hingga Mahkamah Agung, guna memastikan bahwa putusan akhir bebas dari tekanan dan rekayasa.

“Kami ingin pastikan bahwa pengadilan bukan panggung sandiwara. Keputusan harus adil, transparan, dan tanpa intervensi,” ujarnya lantang.

Komisi Yudisial sendiri memastikan bahwa mereka sedang mengkaji ulang seluruh proses persidangan, termasuk hasil putusan sebelumnya.

Fokus mereka adalah menilai apakah proses pengambilan keputusan selama ini sudah sesuai dengan prinsip keadilan dan hukum acara yang berlaku.

Rizki Dini Hasanah menutup pernyataannya dengan harapan kuat agar persidangan berjalan bersih dan objektif.

Ia mendorong semua pihak berwenang bertindak profesional dan berani menegakkan hukum.

“Kami percaya Komisi Yudisial punya integritas untuk menjaga marwah peradilan. Jangan biarkan keadilan diinjak mafia tanah,” pungkasnya.(And)/PR

Berita Terkait

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi
Bukan Pidato, Dua Puisi Alias Wello Justru Curi Perhatian di Rakernas III PJS
Zulkifli Hasan Lantik Pengurus DPP PJS 2026–2027, Tantangan Konsolidasi Nasional Menanti
Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal, 11 Ponsel Disita
Wapres Gibran Tinjau RSUD Kondosapata, Dorong Penambahan Dokter dan Fasilitas Medis
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Kadin Sebut Investasi Domestik Hampir Rp 2.000 Triliun
Era Baru SMA Taruna Nusantara, Presiden Prabowo Perluas Kampus dan Gratiskan Pendidikan bagi Seluruh Siswa

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru