Thailand Tawarkan Pasar dan Energi untuk Hindari Tarif Ekspor 36% dari Trump

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 7 Juli 2025 - 00:32 WIB

40381 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Thailand sedang mengupayakan tarif terbaik sebesar 10%.

Thailand sedang mengupayakan tarif terbaik sebesar 10%.

ATAPKOTA.COM, BANGKOK – Pemerintah Thailand melakukan upaya strategis guna menghindari ancaman tarif ekspor 36% dari pemerintahan Donald Trump. Bangkok menawarkan akses pasar lebih luas untuk produk pertanian dan industri AS, serta peningkatan pembelian energi dan pesawat Boeing.

Menteri Keuangan Thailand, Pichai Chunhavajira, mengungkapkan bahwa proposal tersebut bertujuan meningkatkan volume perdagangan bilateral dan mengurangi surplus perdagangan Thailand terhadap AS yang kini mencapai 46 miliar dolar AS.

“Thailand menargetkan pengurangan surplus hingga 70% dalam lima tahun dan keseimbangan penuh dalam tujuh hingga delapan tahun,” jelas Pichai dikutip dari Bloomberg, Minggu malam (6/7/2025). Target ini lebih cepat dari proposal sebelumnya yang butuh 10 tahun.

Pichai berencana menyerahkan revisi penawaran itu sebelum 9 Juli, yang merupakan batas akhir masa tenggang 90 hari pemberlakuan tarif baru oleh Trump. Bila disetujui, Thailand siap menghapus tarif impor dan hambatan non-tarif untuk sebagian besar produk AS, dan menyusul penghapusan bertahap untuk produk lainnya.

Langkah ini menyusul pertemuan Pichai dengan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer dan Wakil Menteri Keuangan Michael Faulkender pekan lalu. Menurut Pichai, banyak produk AS yang justru dibutuhkan Thailand dan tidak bersaing dengan produk lokal.

“Apa yang kami tawarkan adalah kesepakatan saling menguntungkan. AS bisa tingkatkan ekspor, dan kami bisa potong birokrasi,” ujarnya.

Thailand berada dalam posisi kritis bersama negara lain yang berlomba mencapai kesepakatan dengan AS demi menghindari lonjakan tarif. Jika gagal, ekspor Thailand bisa anjlok dan pertumbuhan ekonominya turun hingga 1%.

Vietnam berhasil mencapai kesepakatan pekan lalu. Namun, AS tetap menetapkan tarif 20% untuk ekspor Vietnam dan 40% untuk produk hasil transhipment. Thailand berharap mendapat tarif terbaik sebesar 10%, atau maksimal 20%.

“Kami bisa terima tarif antara 10% sampai 20%. Tapi jangan sampai kami dapat kesepakatan terburuk dibanding negara tetangga,” tegas Pichai.

Sebagai bagian dari proposal, Thailand akan meningkatkan pembelian LNG dan pesawat Boeing. Perusahaan seperti SCG Chemicals Pcl dan PTT Global Chemical Pcl telah berkomitmen mengimpor lebih banyak etana dari AS. Selain itu, PTT Pcl siap membeli 2 juta ton LNG per tahun selama 20 tahun dari proyek gas Alaska. Maskapai nasional Thai Airways juga mempertimbangkan pembelian hingga 80 unit pesawat Boeing.

Keberhasilan mencegah tarif ekspor tinggi menjadi kunci melindungi perekonomian Thailand, yang sangat bergantung pada ekspor. Saat ini, ekonomi Thailand sedang tertekan oleh utang rumah tangga tertinggi di Asia Tenggara dan konsumsi domestik yang lesu.

Selain faktor ekonomi, kesepakatan ini juga krusial untuk meredam kekhawatiran investor. Thailand kini menghadapi krisis politik menyusul skorsing PM Paetongtarn Shinawatra oleh pengadilan terkait dugaan pelanggaran etik.

Data menunjukkan ekspor Thailand naik 15% dalam lima bulan pertama 2025, didorong lonjakan pesanan selama masa tenggang tarif 90 hari. Kini, Bangkok berharap diplomasi perdagangan ini dapat mencegah kerugian lebih besar dan menjaga kestabilan ekonomi nasional. (*)

Berita Terkait

Bobby Nasution Apresiasi Kemenangan Timnas U-19, Atmosfer Stadion Sumut Diakui Jadi Kekuatan Tambahan
Sebelum Tinggalkan Paris, Presiden Prabowo Berfoto Bersama Pengawal Prancis di Bandara Orly
Prabowo dan Macron Bahas Kerja Sama Pertahanan hingga IEU-CEPA dalam Pertemuan Bilateral di Paris
Usai Bertemu Macron dan Jalani Agenda Diplomatik, Prabowo Tinggalkan Paris Menuju Indonesia
Disambut Macron dan Brigitte, Prabowo Ikuti Santap Malam Kenegaraan di Paris
Prabowo dan Macron Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Prancis, Bahas Rafale hingga Palestina
Prabowo di Istana Élysée: Indonesia dan Prancis Harus Jadi Kekuatan Perdamaian Dunia
Prabowo Terima Upacara Kehormatan Kenegaraan di Les Invalides Paris

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:15 WIB

Andrew Panjaitan, S.T. Terpilih Aklamasi Pimpin DPC PJS Kota Pematangsiantar

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:41 WIB

Andrew T. Panjaitan Nahkodai DPC PJS Kota Pematangsiantar, Siap Perkuat Integritas dan Profesionalisme Pers

Senin, 6 Juli 2026 - 16:57 WIB

Bupati Aceh Singkil Hadiri HLM Aceh 2026, Tegaskan Komitmen Kendalikan Inflasi dan Dukung Sensus Ekonomi

Senin, 6 Juli 2026 - 15:44 WIB

Perhiptani Aceh Singkil Gelar MUSDA 2026, Fokus Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Pertanian

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:06 WIB

PRSU ke-50 Hadir dengan Wajah Baru, Simak Jadwal Konser The Changcuters, Happy Asmara hingga Maliq & D’Essentials

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:55 WIB

Semarak HUT ke-436 Kota Medan di Amplas, Rico Waas Komit Benahi Infrastruktur dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:55 WIB

Ribuan Warga Padati Pesona Colorful Medan, Pagelaran 100 Kulcapi Pecahkan Rekor Dunia MURI

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:10 WIB

Bupati Simalungun Dampingi AHY Buka Sinode Besar GPI 2026, Soroti Peran Gereja Perkuat Karakter Bangsa

Berita Terbaru