Menuju Kitab Ma Ha Ismaya: Doa 20 Jam dan Kebangkitan Spiritual Bangsa

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 8 Juli 2025 - 21:18 WIB

40486 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dialog Santai  Spiritual di Redaksi Majalah Asrinesia

Dialog Santai Spiritual di Redaksi Majalah Asrinesia

JAKARTA – Kitab Ma Ha Ismaya bukan sekadar karya tulis, tetapi buah dari sebuah peristiwa spiritual kolektif yang langka. Pada 2–3 Agustus 2025 mendatang, Sri Eko Sriyanto Galgendu akan memimpin doa bersama selama 20 jam tanpa henti di Wisma Antara, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Sebuah momentum yang bukan saja diniatkan untuk membangkitkan kesadaran batin bangsa, tetapi juga diharap memecahkan rekor dunia: pembacaan doa bersama selama 20 jam yang akan langsung ditranskrip menjadi kitab.

Acara ini akan dihadiri oleh 77 tokoh, termasuk 21 di antaranya yang telah wafat. Dalam semangat spiritual lintas ruang dan waktu, mereka dihadirkan melalui doa sebagai bagian dari penghormatan dan kesinambungan energi perjuangan bangsa.

Sri Eko, yang dalam beberapa pekan terakhir menyiapkan acara ini dengan intensitas tinggi, menyebut kegiatan ini sebagai ungkapan kemarahan terhadap situasi bangsa yang dinilai makin tidak menentu. Ia menyayangkan bahwa di tengah transisi pemerintahan Prabowo Subianto, banyak gangguan yang justru menghambat upaya pemulihan bangsa. “Doa ini adalah bentuk intervensi spiritual,” ungkapnya dalam obrolan santai di Cipinang, Jakarta Timur.

Energi dan semangat penyelenggaraan telah mencapai lebih dari 80 persen kesiapan. Dukungan datang dari banyak pihak, termasuk Bunda Sri Indrawati Pasifik yang turut menata panggung spiritual. Ia memandang acara ini sebagai upaya membuka kembali portal spiritual Nusantara yang selama ini tertutup.

“Doa 20 jam ini adalah langkah membuka gerbang langit, membumi dan membimbing,” tutur Bunda Sri.

Diskusi-diskusi informal yang rutin digelar di Sekretariat Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI) sejak beberapa bulan terakhir, telah mematangkan banyak aspek acara. Pemimpin Umum Majalah Asrinesia, Airlangga, bahkan mengaitkan makna spiritualitas dengan keseharian rakyat kecil. Ia menyebut keberanian buruh pabrik mengambil cicilan rumah setelah akad nikah sebagai bentuk spiritualitas yang hidup dan konkret.

Sementara itu, Sri Murdiningsih dan Sri Herawati Pasifik menyoroti pentingnya membedakan pemahaman spiritual yang membebaskan dari praktik dogmatis atau sesat. Mereka menyinggung fenomena Lia Eden dan aliran Salamullah sebagai catatan penting dalam sejarah keagamaan Indonesia. Peristiwa masa lalu itu menjadi cermin untuk menyaring spiritualitas yang sehat dan membumi.

Kitab Ma Ha Ismaya bukan hanya dokumentasi, tapi manifestasi. Ia akan memuat transkrip lengkap doa dan refleksi spiritual dari acara 20 jam tersebut. Bagi Sri Eko, ini bukan pertunjukan, melainkan panggung kesadaran spiritual yang harus ditonton sekaligus dituntun sebagai jalan bangsa menjemput peradaban baru.  (Jacob Ereste)/ pr

Berita Terkait

ISW Adukan Dugaan Ijazah Chairuddin Lubis ke Bareskrim Polri
Resmi Dilantik, Ini 10 Menteri dan Wakil Menteri Baru Kabinet Merah Putih
Usai Direnovasi, Museum Kesaktian Pancasila Kembali Dibuka untuk Publik
Museum Kesaktian Pancasila Direnovasi, Prabowo Resmikan Tepat 1 Oktober 2026
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Lubang Buaya
Mulai 1 Oktober 2026, Marketplace Pungut PPh 22 Sebesar 0,5 Persen dari Omzet Pedagang
Gibran Dorong Metode GASING untuk Percepat Pendidikan di Indonesia Timur
Prabowo Naik LRT Jakarta Bersama Warga, Ini Cerita Penyandang Disabilitas, Lansia, dan Pelajar

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Sebaran Asap Meluas di Sumut, BMKG Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:45 WIB

Wapres Gibran Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Tingkatkan Nilai Tambah Pariwisata Indonesia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:45 WIB

Bupati Asahan Evaluasi Program MBG, Pengawasan Kualitas Makanan Jadi Prioritas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:56 WIB

Final Piala Wali Kota Pematangsiantar 2026, SMAN 2 Menang Telak atas SMAN 5

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Medan Dapat 898 Unit Bedah Rumah, Rico Waas Targetkan Rampung Desember 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:18 WIB

MFCF 2026 Angkat Ulos ke Panggung Fesyen Modern, Rico Waas Bidik Pasar Internasional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:14 WIB

RAPBD Medan 2027 Prioritaskan Banjir, Insentif Guru Honorer, dan Layanan Kesehatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Bobby Nasution Temui Kejati Sumut, Evaluasi Pembangunan 2026 dan Bahas Rencana 2027

Berita Terbaru