ATAPKOTA.COM — Seif al-Din Muslat, warga negara Amerika Serikat asal Tampa, Florida, tewas dikeroyok pemukim Israel di kota Sinjil, utara Ramallah, Jumat (11/7/2025).
Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi kematian Muslat. Korban sedang mengunjungi keluarga di Palestina saat insiden terjadi.
Kabar duka ini menyebar luas setelah keluarga korban membagikannya ke media sosial, salah satunya sepupunya, Fatmah Muhammad.
“Dia hanya ingin pulang ke tanah leluhur, tapi malah pulang dalam peti jenazah,” tulisnya, dikutip The Washington Post.
Departemen Luar Negeri AS menyatakan mengetahui kematian Muslat. Namun, juru bicara enggan memberi detail, dengan alasan privasi keluarga.
Dalam serangan yang sama, pemukim Israel juga menembak mati Mohammed Shalabi, warga Palestina lainnya.
Kelompok HAM mengecam tindakan brutal tersebut, menyebutnya sebagai bagian dari pola kekerasan pemukim terhadap warga sipil, termasuk WNA.
Organisasi HAM internasional menyoroti meningkatnya kekerasan pemukim Israel. Aksi mereka kerap meliputi pembakaran rumah, perusakan kendaraan, dan intimidasi massal.
Ironisnya, militer Israel sering kali melindungi pelaku. Bahkan dalam beberapa kasus, mereka menembak warga Palestina yang mencoba membela diri.
“Ini bukan sekadar kekerasan. Ini strategi sistematis untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka,” tegas juru bicara LSM HAM di Jenewa.
Keluarga Muslat di AS menuntut penyelidikan penuh dan tindakan hukum terhadap pelaku kekerasan.
“Kami tidak akan diam sampai ada keadilan,” tegas salah satu kerabat di Tampa.
Tagar #JusticeForSeif viral di media sosial, dengan ribuan warganet menyuarakan dukungan dan desakan tindakan tegas dari pemerintah AS.
PBB dan sejumlah organisasi HAM menyatakan, pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat merupakan pelanggaran hukum internasional.
Mereka menilai tindakan ini sebagai bentuk penjajahan terang-terangan yang terus berlangsung tanpa sanksi berarti. (Red)/kr

































