Tekan Hamas Bebaskan Sandera, Israel Ancam Perluas Serangan ke Gaza

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 5 Agustus 2025 - 01:25 WIB

40446 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

ATAPKOTA.COM – Pemerintah Israel mempertimbangkan perluasan operasi militer ke wilayah lain di Jalur Gaza. Langkah ini bertujuan meningkatkan tekanan terhadap Hamas agar membebaskan para sandera Israel yang masih mereka tahan.

Pejabat senior di pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebutkan bahwa pihaknya telah berdialog dengan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden terkait rencana ini. Namun, rencana tersebut diperkirakan akan menuai lebih banyak kecaman internasional.

Hingga kini, serangan militer Israel telah menewaskan lebih dari 60.000 warga Palestina, menurut data otoritas setempat. Sementara itu, pembatasan bantuan kemanusiaan yang diberlakukan Israel memicu kelaparan di Gaza, yang berpenduduk lebih dari dua juta jiwa.

“Sudah ada pemahaman bahwa Hamas tidak tertarik menyepakati gencatan senjata. Maka, Perdana Menteri mendorong pembebasan sandera melalui solusi militer,” ungkap seorang pejabat Israel, Minggu (3/8/2025) malam.

Ia menambahkan bahwa rencana ini akan dibarengi dengan distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah yang tidak berada di bawah kendali Hamas.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan akan memimpin rapat kabinet keamanan pekan ini. Ia berencana memberi arahan kepada Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk mencapai tiga tujuan perang: menghancurkan Hamas, membebaskan seluruh sandera, dan memastikan Gaza tidak lagi mengancam Israel.

Sebelumnya, negosiasi mengenai gencatan senjata selama 60 hari gagal. Israel dan AS menarik delegasi mereka dari Doha dan menuding Hamas memperbesar tuntutan, termasuk soal penarikan pasukan Israel dan pembebasan tahanan Palestina.

Hamas tetap bersikeras agar kesepakatan mencakup penghentian total perang—syarat yang ditolak oleh Netanyahu.

Sejak perundingan kandas, Israel membahas ekspansi militer ke Kota Gaza dan wilayah tengah, tempat sebagian besar warga Palestina telah diusir secara paksa.

Saat ini, militer Israel telah menguasai sekitar 75 persen wilayah Gaza. Namun, wilayah-wilayah tersebut sebagian besar telah hancur. Jika Israel memperluas serangan ke wilayah yang tersisa, diperkirakan korban sipil akan meningkat dan memicu gelombang pengungsian baru.

Seorang pejabat Israel lainnya mengungkapkan bahwa belum ada keputusan resmi terkait perluasan operasi. Namun, pernyataan publik bertujuan memberi tekanan kepada Hamas untuk kembali ke meja perundingan.

Israel dan Amerika Serikat kini mendorong kesepakatan menyeluruh yang mencakup pemulangan semua sandera dan perlucutan senjata Hamas. Utusan khusus AS, Steve Witkoff, menyatakan bahwa kini tidak ada lagi opsi “sementara”.

“Kami ingin kesepakatan total: semua sandera dibebaskan atau tidak sama sekali,” ujar Witkoff saat bertemu keluarga sandera di Israel, pekan lalu.

Menurutnya, sekitar 50 sandera masih berada di Gaza. Namun, hanya 20 yang diyakini masih hidup. Dalam rekaman yang bocor ke media, Witkoff mengklaim bahwa Hamas bersedia melucuti senjata sebagai bagian dari kesepakatan. Hamas segera membantah klaim itu.

Minggu lalu, Hamas dan kelompok Jihad Islam Palestina merilis video yang memperlihatkan dua sandera Israel—Evyatar David dan Rom Braslavski—dalam kondisi sangat lemah di dalam terowongan Gaza.

Netanyahu menyebut video tersebut sebagai “mengerikan” dan membandingkan perlakuan Hamas dengan tindakan Nazi terhadap orang Yahudi selama Holocaust.

“Video itu menunjukkan bahwa Hamas ingin melemahkan semangat kita. Tapi kita tidak akan mundur,” tegas Netanyahu dalam pidatonya, Minggu malam.

Sementara itu, Hamas membela diri dengan menyatakan bahwa para sandera “makan makanan yang sama seperti para pejuang mereka”, dan menyisipkan gambar anak-anak Gaza yang kelaparan dalam video tersebut.

Hamas menculik sekitar 250 orang dalam serangan pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.200 orang, menurut data otoritas Israel.

Keluarga sandera mendesak pemerintah agar menyetujui kesepakatan yang mengembalikan semua sandera dan mengakhiri perang.

“Kami sangat khawatir. Perluasan operasi militer bisa membunuh sandera kami,” demikian pernyataan mereka. (AP/AP)

Berita Terkait

Bobby Nasution Apresiasi Kemenangan Timnas U-19, Atmosfer Stadion Sumut Diakui Jadi Kekuatan Tambahan
Sebelum Tinggalkan Paris, Presiden Prabowo Berfoto Bersama Pengawal Prancis di Bandara Orly
Prabowo dan Macron Bahas Kerja Sama Pertahanan hingga IEU-CEPA dalam Pertemuan Bilateral di Paris
Usai Bertemu Macron dan Jalani Agenda Diplomatik, Prabowo Tinggalkan Paris Menuju Indonesia
Disambut Macron dan Brigitte, Prabowo Ikuti Santap Malam Kenegaraan di Paris
Prabowo dan Macron Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Prancis, Bahas Rafale hingga Palestina
Prabowo di Istana Élysée: Indonesia dan Prancis Harus Jadi Kekuatan Perdamaian Dunia
Prabowo Terima Upacara Kehormatan Kenegaraan di Les Invalides Paris

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:15 WIB

Andrew Panjaitan, S.T. Terpilih Aklamasi Pimpin DPC PJS Kota Pematangsiantar

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:41 WIB

Andrew T. Panjaitan Nahkodai DPC PJS Kota Pematangsiantar, Siap Perkuat Integritas dan Profesionalisme Pers

Senin, 6 Juli 2026 - 16:57 WIB

Bupati Aceh Singkil Hadiri HLM Aceh 2026, Tegaskan Komitmen Kendalikan Inflasi dan Dukung Sensus Ekonomi

Senin, 6 Juli 2026 - 15:44 WIB

Perhiptani Aceh Singkil Gelar MUSDA 2026, Fokus Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Pertanian

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:06 WIB

PRSU ke-50 Hadir dengan Wajah Baru, Simak Jadwal Konser The Changcuters, Happy Asmara hingga Maliq & D’Essentials

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:55 WIB

Semarak HUT ke-436 Kota Medan di Amplas, Rico Waas Komit Benahi Infrastruktur dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:55 WIB

Ribuan Warga Padati Pesona Colorful Medan, Pagelaran 100 Kulcapi Pecahkan Rekor Dunia MURI

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:10 WIB

Bupati Simalungun Dampingi AHY Buka Sinode Besar GPI 2026, Soroti Peran Gereja Perkuat Karakter Bangsa

Berita Terbaru