ATAPKOTA.COM, MEDAN – DPRD Kota Medan bersama Pemko Medan tetap mengesahkan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2025, meski pendapatan daerah turun drastis hingga Rp 670 miliar. Pengesahan dilakukan dalam Sidang Paripurna di Gedung DPRD Medan, Senin (29/9/2025).
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan bersama Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dan pimpinan DPRD Kota Medan. Sidang dipimpin Ketua DPRD, Wong Chun Sen, bersama Wakil Ketua Rajuddin Sagala, Zulkarnaen, dan Hadi Suhendra. Hadir pula Wakil Wali Kota, H. Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, serta seluruh anggota dewan dan pimpinan OPD.
Struktur P-APBD 2025 yang disahkan mencakup:
- Pendapatan daerah sebesar Rp 6,96 triliun.
- Belanja daerah Rp 7,07 triliun.
- Pembiayaan penerimaan Rp 105,07 miliar.
Dalam sambutannya, Wali Kota Rico Waas mengakui adanya penurunan tajam pada pendapatan daerah.
“Pendapatan daerah pada P-APBD 2025 ditetapkan Rp 6,96 triliun. Jika dibandingkan dengan APBD awal Rp 7,63 triliun, pendapatan berkurang Rp 670,93 miliar atau 8,79 persen,” ujar Rico.
Ia menegaskan, belanja daerah juga mengalami penyesuaian.
“Belanja daerah disepakati Rp7,07 triliun atau turun 7,04 persen dari sebelumnya,” jelasnya. Defisit anggaran ditutup melalui pembiayaan penerimaan senilai Rp105,07 miliar.
Meski anggaran turun, Rico menekankan tahun 2025 tetap menjadi periode strategis. Pemerintah kota, menurutnya, akan memfokuskan pembangunan prioritas untuk menjadikan Medan sebagai kota maju, berdaya saing, dan sejahtera.
“Kami mengajak semua elemen masyarakat aktif berpartisipasi membangun kota Medan,” tambahnya.
Sidang paripurna diawali laporan hasil pembahasan P-APBD oleh Wakil Ketua DPRD, Rajuddin Sagala, yang kemudian dilanjutkan Zulkarnaen. Seluruh fraksi DPRD menyampaikan pendapat akhir dan menyoroti prioritas anggaran.
Fraksi-fraksi DPRD menuntut Pemko Medan memfokuskan alokasi perubahan anggaran pada perbaikan infrastruktur. Selain itu, mereka meminta P-APBD 2025 memperkuat kinerja BUMD serta memastikan realisasi program “quick wins” yang memberikan dampak cepat bagi masyarakat. (Mery)

































