ATAPKOTA.COM — Miliarder teknologi Elon Musk menunjuk Anthony Armstrong, mantan bankir senior Morgan Stanley, sebagai Chief Financial Officer (CFO) baru untuk perusahaan kecerdasan buatan (AI) miliknya, xAI, sekaligus untuk platform media sosial X (dulu Twitter).
Penunjukan Armstrong ini dilaporkan oleh Financial Times dan menandai langkah besar dalam konsolidasi keuangan antara dua perusahaan utama dalam ekosistem bisnis Elon Musk.
Anthony Armstrong dikenal sebagai salah satu bankir investasi berpengalaman di Wall Street. Ia pernah menjabat sebagai kepala divisi merger dan akuisisi global untuk sektor teknologi di Morgan Stanley, lembaga keuangan terkemuka di Amerika Serikat.
Armstrong juga memiliki hubungan profesional yang erat dengan Elon Musk. Ia menjadi salah satu penasihat utama dalam akuisisi Twitter senilai USD 44 miliar pada tahun 2022, yang kemudian mengubah nama platform tersebut menjadi X. Pengalaman tersebut membuat Armstrong menjadi sosok yang sangat dipercaya dalam lingkaran bisnis Musk.
Dengan posisi barunya, Armstrong menggantikan Mahmoud Reza Banki, yang meninggalkan jabatan CFO X setelah menjabat kurang dari satu tahun.
Sebagai CFO baru, Armstrong akan mengawasi seluruh operasi keuangan xAI dan X. Tanggung jawabnya mencakup pengelolaan arus kas, strategi investasi, serta efisiensi pembiayaan untuk dua perusahaan yang memiliki fokus berbeda tetapi saling terhubung.
Langkah ini dinilai sebagai strategi Musk untuk menyatukan tata kelola keuangan dan memperkuat sinergi bisnis antara pengembangan kecerdasan buatan xAI dan ekosistem produk digital X.
Keputusan penunjukan Armstrong dilakukan di saat xAI tengah bersiap menggelar putaran pendanaan baru, yang menurut sumber Financial Times dapat meningkatkan valuasi perusahaan hingga mendekati USD 200 miliar (sekitar Rp 3.100 triliun).
Pendanaan ini akan difokuskan untuk pengembangan infrastruktur AI berskala besar, termasuk investasi di pusat pelatihan superkomputer Colossus AI, yang menjadi tulang punggung pelatihan model kecerdasan buatan xAI.
Keahlian Armstrong dalam menyusun skema pendanaan besar dan transaksi lintas sektor diyakini akan menjadi aset penting bagi xAI dalam memperluas kapasitas komputasi dan investasi chip AI.
Kehadiran Armstrong membawa disiplin keuangan khas Wall Street ke dalam portofolio bisnis Elon Musk yang semakin luas. Kombinasi antara pengalaman finansial Armstrong dan visi teknologi Musk diharapkan akan memperkuat fondasi ekonomi di balik ekspansi besar-besaran xAI dan X.
Kedua perusahaan kini beroperasi dalam ekosistem digital terintegrasi, di mana xAI mengembangkan model AI canggih sementara X menyediakan data sosial dan jangkauan pengguna global yang mendukung pelatihan serta penerapan teknologi tersebut.
Langkah ini dinilai oleh para analis sebagai bagian dari upaya Musk untuk membangun ekosistem terpadu antara kecerdasan buatan dan media sosial, menciptakan jaringan digital yang memadukan data waktu nyata dengan teknologi AI mutakhir.
Dengan Armstrong di pucuk pimpinan keuangan, Elon Musk diharapkan dapat menyatukan strategi pendanaan, memperkuat efisiensi pengeluaran, dan mempercepat inovasi lintas platform.
“Langkah ini menunjukkan Musk ingin memperketat kendali keuangan di tengah ambisi besar pengembangan AI dan transformasi X,” ujar salah satu analis teknologi yang dikutip TechCrunch.
“Pengalaman Armstrong dalam dunia perbankan investasi akan menjadi faktor penting dalam memastikan stabilitas dan keberlanjutan ekspansi bisnis Musk.”
Sumber: Financial Times, TechCrunch

































