ATAPKOTA.COM, MALANG – Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo P.S., memimpin kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Tahap II di Desa Sukosari, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jumat (9/5/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Gugus Tugas Ketahanan Pangan yang diinisiasi Polri secara nasional.
AKBP Danang menyampaikan bahwa jagung memiliki produksi yang tinggi, mencapai 12 ton per hektar, dan dapat dipanen tiga kali dalam setahun.
“Jagung ini luar biasa. Produksinya bisa mencapai 12 ton per hektar. Bahkan bisa tiga kali panen dalam setahun, lebih unggul dibanding tebu,” ujar AKBP Danang.
Kapolres mendorong para petani untuk bangga dan terus meningkatkan hasil panen dengan pendekatan berbasis data dan teknologi.
“Gerakan menanam bukan pekerjaan rendah. Ini pekerjaan produktif yang sangat penting. Kami dorong mindset petani berubah agar mampu menghasilkan margin keuntungan yang lebih tinggi,” katanya.
Kepala BPS Kabupaten Malang menyampaikan bahwa semua data lahan dan panen diambil melalui metode ubinan dengan kolaborasi lintas instansi. Data ini akan menjadi dasar penentuan kebijakan bantuan pemerintah bagi para petani.
Kapolres juga mengingatkan para petani agar berhati-hati menjelang musim kemarau. Ia meminta agar masyarakat tidak membakar lahan sembarangan karena bisa terdeteksi sebagai titik api satelit.
“Saya titip agar para petani mulai menanam tanaman keras di sekitar tebu. Ini penting untuk menjaga cadangan air tanah dan keseimbangan lingkungan,” imbuhnya.
Panen Raya Jagung Serentak Tahap II di Desa Sukosari menunjukkan komitmen Polres Malang dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan pendekatan berbasis data dan teknologi, diharapkan hasil panen dapat meningkat dan memberikan keuntungan yang lebih tinggi bagi petani. (Aripfin retro)



































