Komisi III DPR Apresiasi Polri Tindak 3.326 Kasus Premanisme dalam Operasi Nasional

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Minggu, 11 Mei 2025 - 14:19 WIB

40416 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Moh Rano Alfath menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Republik Indonesia atas keberhasilan menangani 3.326 kasus premanisme di seluruh wilayah Indonesia pada Sabtu (10/5/2025).

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Moh Rano Alfath menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Republik Indonesia atas keberhasilan menangani 3.326 kasus premanisme di seluruh wilayah Indonesia pada Sabtu (10/5/2025).

ATAPKOTA, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Moh Rano Alfath menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Republik Indonesia atas keberhasilan menangani 3.326 kasus premanisme di seluruh wilayah Indonesia. Operasi tersebut berlangsung sejak 1 hingga 9 Mei 2025 dan menjadi bukti konkret kehadiran negara dalam menjamin rasa aman masyarakat.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Polri atas kerja luar biasa dalam operasi ini. Langkah ini membuktikan efektivitas Polri dalam penegakan hukum,” ujar Rano pada Sabtu (10/5/2025).

Politikus muda dari Fraksi PKB itu menilai bahwa premanisme menjadi ancaman serius bagi stabilitas sosial dan ekonomi nasional. Para pelaku kerap menyasar ruang publik seperti kawasan industri, pasar, terminal, hingga tempat usaha rakyat kecil.

“Premanisme adalah bentuk kriminalitas terorganisir yang jika dibiarkan dapat menjelma menjadi kejahatan yang lebih kompleks,” tegas Rano.

Ia memuji langkah Polri yang melibatkan tindakan deteksi dini, pendekatan preemtif, dan penindakan represif sebagai bagian dari tata kelola keamanan nasional yang profesional. Rano juga menyebut langkah ini sebagai respons tepat terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya rasa aman dalam membangun iklim investasi dan usaha.

“Langkah cepat Polri sejalan dengan komitmen negara menghadirkan keadilan. Ini menjadi teladan yang baik dalam sistem keamanan nasional,” jelasnya.

Ia mengajak semua elemen bangsa, termasuk TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat sipil, untuk bersinergi dalam menciptakan ketahanan sosial. Rano juga menekankan pentingnya keberanian masyarakat melapor jika menjadi korban atau saksi aksi premanisme.

“Pelaporan oleh warga harus mendapat perlindungan hukum. Tanpa partisipasi publik, premanisme sulit diberantas tuntas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa aparat juga harus bersikap tegas terhadap oknum atau organisasi yang mencoba berlindung di balik nama ormas untuk melakukan intimidasi atau kekerasan.

“Saya mendukung Polri untuk menindak siapa pun, termasuk yang bersembunyi di balik organisasi. Penegakan hukum tidak boleh tebang pilih,” tambah Rano.

Di sisi lain, Kepolisian mencatat capaian signifikan dalam Operasi Kepolisian Kewilayahan 2025 yang secara khusus menyasar praktik premanisme. Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho menjelaskan bahwa operasi ini merupakan upaya konkret menumpas gangguan keamanan yang menghambat ketertiban sosial.

“Polri berkomitmen menjaga rasa aman masyarakat dan mendukung iklim usaha yang sehat. Operasi ini adalah bukti dari komitmen itu,” ujar Irjen Sandi.

Sejumlah kasus menonjol berhasil diungkap selama operasi berlangsung. Polres Subang mengamankan sembilan pelaku premanisme yang meresahkan kawasan industri. Polresta Tangerang menangkap 85 pelaku yang terlibat pungli dan intimidasi terhadap pelaku usaha.

Sementara itu, Polda Banten mencatat pengamanan terhadap 146 pelaku premanisme, termasuk yang kerap beroperasi di pasar dan kawasan wisata. Di Kalimantan Tengah, Polda setempat memanggil Ketua GRIB terkait dugaan pelanggaran hukum dalam kasus penutupan paksa PT BAP. Adapun Polres Metro Jakarta Selatan mengamankan sepuluh pelaku bersenjata tajam dan api di wilayah padat penduduk.

Moh Rano Alfath menegaskan bahwa tindakan tegas seperti ini harus terus dikawal dan didukung publik. Ia menyebut bahwa pemberantasan premanisme bukan hanya tugas kepolisian, tetapi bagian dari membangun peradaban hukum yang berkeadilan.

“Kita tidak boleh kompromi terhadap premanisme. Negara hadir melalui Polri dan harus terus diperkuat dengan dukungan masyarakat,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Kabur hingga Banten, Pelaku Penggelapan di Simalungun Dibekuk Tim Reskrim Polsek Gunung Malela
Diduga Edarkan Narkoba, Pria Asal Deli Serdang Ditangkap Satresnarkoba Polres Binjai
Kasus Dugaan Pengancaman Wartawan, Polres Simalungun Akan Panggil Askep Kebun Mayang
Pangulu Pokan Baru Laporkan Dugaan Fitnah di Media Sosial, Warga Serahkan Petisi ke Polres Simalungun
Dua Terduga Pelaku Pembobolan SD Negeri di Simalungun Ditangkap, Polisi Sita Laptop dan Alat Bukti
Pemilik Toko Emas Apresiasi Polres Pematangsiantar Usai Pelaku Pencurian Emas Ditangkap
Diduga Edarkan Sabu, Pria 22 Tahun Ditangkap Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan di Mabar Hilir
Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Satlantas Polres Simalungun Gelar Patroli Sabuk Kamtibmas

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 16:57 WIB

Bupati Aceh Singkil Hadiri HLM Aceh 2026, Tegaskan Komitmen Kendalikan Inflasi dan Dukung Sensus Ekonomi

Senin, 6 Juli 2026 - 15:44 WIB

Perhiptani Aceh Singkil Gelar MUSDA 2026, Fokus Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Pertanian

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:55 WIB

Dari Danau Toba untuk Indonesia, Bupati Samosir dan Wagub Papua Selatan Perkuat Sinergi Budaya

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:06 WIB

PRSU ke-50 Hadir dengan Wajah Baru, Simak Jadwal Konser The Changcuters, Happy Asmara hingga Maliq & D’Essentials

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:55 WIB

Ribuan Warga Padati Pesona Colorful Medan, Pagelaran 100 Kulcapi Pecahkan Rekor Dunia MURI

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:10 WIB

Bupati Simalungun Dampingi AHY Buka Sinode Besar GPI 2026, Soroti Peran Gereja Perkuat Karakter Bangsa

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:40 WIB

Setelah Dilaporkan Hilang, Lansia 78 Tahun Ditemukan Meninggal di Areal PTPN IV Simalungun

Sabtu, 4 Juli 2026 - 20:55 WIB

Ariston Tua Sidauruk: Pesta Bolon Sagala Raja Pererat Persatuan dan Dorong Pelestarian Budaya Batak

Berita Terbaru