ATAPKOTA, PEMATANGSIANTAR – Suasana mencekam menyelimuti Jalan Bahbinonom, Lorong 6, Parluasan, Kelurahan Sigulang-Gulang, Kecamatan Siantar Utara, Sabtu malam (21/6/2025). Warga geger setelah mendengar informasi seorang wanita muda tewas di kamar penginapan Cahaya Kasih.
Korban diketahui bernama Maya Boru Sihombing (28), warga Simpang Panei, Kecamatan Panombean Panei, Kabupaten Simalungun. Petugas dari BPBD Pematangsiantar segera mengevakuasi jasad korban ke RSUD Djasamen Saragih, setelah mendapat laporan dari warga dan pihak kepolisian.
Tragedi ini terungkap ketika seorang pria yang diduga sebagai pelaku, bermarga Sitorus, berusaha kabur dari lantai dua penginapan. Ia nekat melompat ke atap seng rumah warga yang berada tepat di sebelah lokasi kejadian.
“Kami mendengar suara keras dari atas seng. Begitu keluar rumah, ternyata ada laki-laki yang melompat dari penginapan. Warga langsung menangkapnya karena mengira maling,” ungkap seorang warga yang tinggal di sekitar depan penginapan tersebut.
Kejadian ini rupanya sudah menarik perhatian sejak siang hari. Seorang perempuan paruh baya yang berada di lokasi mengatakan kepada wartawan atapkota.com, bahwa keluarga korban sempat mendatangi penginapan untuk mencari putrinya.
“Keluarganya sudah datang siang tadi. Mereka tanya ke laki-laki itu, ‘di mana boru kami?’ Tapi dia tetap bilang enggak tahu. Padahal sudah ditanya berkali-kali,” ungkap perempuan berusia sekitar 45 tahun tersebut dan meminta identitasnya tidak dituliskan.
lanjutnya, situasi pun sempat memanas ketika orang tua korban menuding bahwa pelaku menyembunyikan anak mereka, sehingga keributan pun terjadi di dalam penginapan. Pelaku akhirnya mencoba melarikan diri saat keluarga korban masuk dan memeriksa ke dalam kamar penginapan dan menemukan putri mereka telah tewas.
“Dia melompat karena panik dan ketahuan. Rupanya mayat korban sudah tiga hari ada di kamar itu,” tambahnya dengan nada sedih.
Menurut keterangan sejumlah saksi, korban dan pelaku memiliki hubungan dekat. Mereka diduga tinggal bersama dalam kamar yang sama.
“Pelaku mengaku korban sudah meninggal tiga hari. Tapi dia tetap tinggal di dalam kamar itu bersama mayatnya. Bayangkan, dia tidur sekamar dengan jenazah korban selama tiga hari,” ucap seorang warga lainnya dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, Kabid di BPBD Pematangsiantar, Rohman Sipayung, membenarkan bahwa proses evakuasi berlangsung aman dan lancar.
“Kami sudah mengevakuasi korban dan langsung mengirimnya ke RSUD Djasamen Saragih,” jelas Rohman di lokasi kejadian.
Pihak kepolisian kini telah membawa pelaku ke Mapolres Pematangsiantar untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Warga berharap polisi dapat mengungkap motif sebenarnya dan memberikan keadilan bagi almarhumah Maya Boru Sihombing serta keluarganya.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga korban, tetapi juga warga sekitar yang masih tidak percaya bahwa kejadian memilukan seperti ini terjadi begitu dekat dengan mereka.(And)/kr
































