INSW Dorong Kolaborasi Kementerian untuk Permudah Layanan Ekspor Impor

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 3 Juli 2025 - 05:49 WIB

40365 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Koordinasi Dewan Pengarah Indonesia National Single Window (INSW) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta pada Rabu (2/07).

Rapat Koordinasi Dewan Pengarah Indonesia National Single Window (INSW) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta pada Rabu (2/07).

ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kembali menggelar Rapat Koordinasi Dewan Pengarah Indonesia National Single Window (INSW) guna memperkuat sinergi antar Kementerian/Lembaga dalam penyederhanaan layanan ekspor dan impor yang terintegrasi serta terdigitalisasi.

Rapat yang berlangsung di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta pada Rabu (2/7) itu dipimpin oleh Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso. Turut hadir Kepala LNSW Oza Olavia, serta perwakilan Eselon I dan II dari 21 Kementerian dan Lembaga yang terlibat dalam sistem INSW.

Susiwijono menjelaskan, rapat tersebut bertujuan mengevaluasi capaian strategis 2024 serta menyusun rencana kerja prioritas untuk tahun 2025. “Kami mengkaji progres dari LNSW dan membahas sejumlah isu strategis yang memerlukan penyelarasan lintas kementerian,” jelasnya.

Dalam rapat ini, peserta membahas berbagai isu penting, antara lain pembentukan Unit Layanan Single Window (ULSW), kode pelabuhan nasional, integrasi Business Continuity Management System (BCMS), hingga peningkatan keamanan sistem untuk mencegah serangan siber.

Tak hanya itu, para peserta juga membahas integrasi Single Submission Ekspor dengan e-SKA, posisi INSW dalam sistem OSS berbasis risiko, serta penyusunan konsep RPerpres Logistik dan kewajiban aplikasi KEK (Kawasan Ekonomi Khusus).

Isu lain yang mengemuka termasuk penguatan mekanisme Indonesia Single Risk Management (ISRM), integrasi SIMIRAH ke INATRADE, serta pengembangan sistem SIMBARA untuk pengawasan mineral dan batubara.

“Kolaborasi ini nyata. Kita sudah melihat integrasi antar sistem K/L yang semakin efisien,” ungkap Susiwijono, seraya mengapresiasi komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan INSW.

Untuk 2025, pemerintah menargetkan penerapan sistem manajemen risiko sektoral guna meningkatkan efektivitas pengawasan dan pelayanan ekspor-impor. Kementerian dan Lembaga diminta menyusun parameter risiko berdasarkan proses bisnis masing-masing.

Pemerintah juga menyiapkan penyesuaian sistem INSW dan OSS pasca terbitnya PP Nomor 28 Tahun 2025, termasuk pengembangan sistem perizinan terpadu dalam satu aplikasi (Single Submission). Selain itu, Kemenko akan mengusulkan revisi Perpres Nomor 44 Tahun 2018 agar selaras dengan kebutuhan layanan saat ini.

Perwakilan Kementerian dan Lembaga yang hadir turut memberikan masukan untuk memperkuat tata kelola LNSW. Mereka menyambut baik langkah digitalisasi dan penyederhanaan prosedur layanan lintas sektor.

Susiwijono menegaskan pentingnya INSW sebagai tulang punggung deregulasi ekspor-impor. “Kita perlu mendorong kolaborasi nasional untuk memastikan sistem ini optimal dalam mendukung pelaksanaan PP 28/2025,” ujarnya menutup rapat.

Dengan integrasi yang semakin kuat antar sistem kementerian dan lembaga, pemerintah optimistis INSW akan menjadi pilar utama reformasi layanan ekspor-impor di Indonesia.(Edo)

Berita Terkait

Jelang Rakernas PJS di Kepri, DPP Perkuat Konsolidasi dan Skema Gotong Royong
Wapres Gibran Temui Pengungsi Gempa Sikka, Pastikan Kebutuhan Dasar dan Kelompok Rentan Terpenuhi
Tinjau Pelabuhan, Gereja, dan RSUD di Sikka, Wapres Gibran Soroti Fasilitas yang Perlu Segera Diperbaiki
Wapres Gibran Tinjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Pastikan Pendidikan Anak Tetap Berjalan Pascabencana
Bertolak ke NTT, Wapres Gibran Libatkan Mahasiswa dalam Penanganan Pascabencana
Wapres Gibran Tinjau Dampak Gempa Sikka, Minta Bantuan Menjangkau Warga di Wilayah Sulit Diakses
DJP dan Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Meterai Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai 1 Triliun
Seskab Teddy: 253 Ton Logistik Telah Dikirim untuk Warga Terdampak Bencana di NTT

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Kejar-kejaran di Pematangsiantar, Dua Warga Sumbar Diamankan Polisi Setelah Mobil Diduga Tabrak Sejumlah Pengguna Jalan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Dandim 0211/Tapanuli Tengah Wahyu Hidayat Bersedia Jadi Dewan Pembina DPC PJS Sibolga-Tapteng

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:40 WIB

Desa Sipaku Area Asahan Resmi Jadi Desa Binaan Imigrasi, Fokus Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Jelang Rakernas PJS di Kepri, DPP Perkuat Konsolidasi dan Skema Gotong Royong

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:45 WIB

Kemendikdasmen Dampingi Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Medan, Airin Dorong Kolaborasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Tinjau Pelabuhan, Gereja, dan RSUD di Sikka, Wapres Gibran Soroti Fasilitas yang Perlu Segera Diperbaiki

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Wapres Gibran Tinjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Pastikan Pendidikan Anak Tetap Berjalan Pascabencana

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Bertolak ke NTT, Wapres Gibran Libatkan Mahasiswa dalam Penanganan Pascabencana

Berita Terbaru