ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH., M.Kn., menyampaikan nota jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Pematangsiantar terkait Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024, dalam Rapat Paripurna di Gedung Harungguan DPRD, Selasa (15/07/2025).
Ketua DPRD Timbul Marganda Lingga SH., memimpin rapat, didampingi Wakil Ketua Frengki Boy Saragih ST. Hadir dalam kesempatan itu Sekda Junaedi Antonius Sitanggang SSTP., MSi., para anggota DPRD, asisten, staf ahli, pimpinan OPD, dan camat.
Wesly menyampaikan apresiasi atas masukan, saran, dan dukungan dari DPRD. Ia menegaskan bahwa hal tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam pembangunan Kota Pematangsiantar.
Selanjutnya, Wesly menyampaikan jawaban atas Sorotan DPRD Kota Pematangsiantar:
1. Perencanaan Program dan Estetika Kota
Menanggapi Fraksi NasDem, Wesly menegaskan seluruh program sudah selaras dengan RPJMN dan disusun berdasarkan kebutuhan riil. Ia juga mengakui pemasangan kabel optik yang semrawut dan berjanji meminta vendor segera merapikannya.
2. Pengelolaan Pasar dan Pendidikan
Wesly menyatakan pengembangan Pasar Horas dilakukan secara hati-hati dan akuntabel. Ia juga menjawab penurunan jumlah siswa SMP Negeri dengan langkah peningkatan kompetensi guru dan sarana prasarana.
3. Pelestarian Bahasa Simalungun dan Pengelolaan PAD
Wesly menyebut Bahasa Simalungun sudah jadi muatan lokal resmi. Ia juga menjamin peningkatan profesionalisme dalam pengelolaan PAD sebagai komitmen bersama.
4. Pengelolaan BUMD dan Realisasi Retribusi
Terkait PD Pasar Horas Jaya dan PD Aneka Usaha, Wesly menyatakan pembenahan terus dilakukan. Realisasi retribusi yang rendah disebabkan beberapa retribusi dihapus dan belum optimalnya pengelolaan objek retribusi.
5. TPA dan Relokasi Pedagang
Wesly menegaskan penataan TPA Tanjung Pinggir berjalan dan konsep open dumping mulai diubah menjadi controlled landfill. Sementara relokasi pedagang Pasar Horas bersifat sementara karena kebakaran.
6. SILPA, Penyesuaian Belanja, dan Pengawasan Narkoba
Wesly mengungkapkan SILPA TA 2024 sebesar Rp108,8 miliar terjadi karena tidak ada P-APBD. Dana ini akan dimanfaatkan dalam P-APBD 2025. Ia juga menjawab soal reward and punishment ASN serta pemberantasan narkoba lewat tes urine bagi ASN dan pelajar.
7. Pendidikan dan Kesempatan Kerja
Pemko mencatat peningkatan skor literasi dan numerasi siswa SD. Selain itu, pemerintah menjamin penciptaan kesempatan kerja inklusif, termasuk untuk penyandang disabilitas.
8. Pengendalian Harga dan Koperasi
Wesly menyampaikan intervensi pasar segera dilakukan untuk menstabilkan harga beras. Soal pupuk, satgas pengawasan pupuk bersubsidi sudah dibentuk. Pemko juga menyalurkan Rp7,5 miliar dana bergulir untuk koperasi.
9. Narkoba, Anak Jalanan, dan Infrastruktur
Wesly menyambut baik usulan menjadikan Kota Pematangsiantar sebagai Zero Narkoba. Ia juga menegaskan razia gelandangan dan eksploitasi anak-anak dilakukan rutin bersama aparat. Penertiban kabel, sarang burung walet ilegal, dan tata ruang kota terus ditingkatkan.
10. Evaluasi Program Prioritas
Pemko mencatat 80,8% indikator program RPJMD 2024 tercapai. Capaian itu mencerminkan efektivitas pelaksanaan program prioritas dan kontribusi perangkat daerah.
Wartawan : Ilham Damanik

































