ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Rapat laporan pertanggungjawaban yang digelar oleh Komisi II DPRD Kota Pematangsiantar berlangsung selama tiga jam dan berlangsung cukup alot. Rapat ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pematangsiantar, Dani Lubis, beserta jajarannya yang harus menjawab berbagai pertanyaan mendasar dari para anggota dewan.
Salah satu agenda utama rapat tersebut adalah pembahasan surat dari Gubernur Sumatera Utara mengenai pelaksanaan sekolah lima hari untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Saat ini, surat tersebut masih dalam pembahasan di Dinas Pendidikan dan akan segera didiskusikan lebih lanjut bersama Wali Kota.
Namun, rapat juga mengungkap sejumlah persoalan serius di lingkungan Dinas Pendidikan, mulai dari anggaran yang tidak terserap dengan baik (SILPA) hingga penurunan jumlah siswa di sekolah negeri. Para anggota DPRD bahkan mempertanyakan kualitas sumber daya manusia di instansi tersebut.
Dalam rapat tersebut, Kadisdik Dani Lubis tampak tidak sepenuhnya menguasai materi dan regulasi pendidikan yang menjadi pokok pembahasan. Ia menyatakan bahwa peminat sekolah negeri meningkat pada 2025, namun data menunjukkan sebaliknya. Dari kuota 3.776 siswa pada 2024, jumlah peminat turun menjadi 3.227 siswa pada 2025. Pernyataan tersebut membuat Kadisdik dinilai hanya mampu “omon-omon” alias berbicara tanpa dasar yang jelas.
Wakil Ketua Komisi II, Alfrizal Ginting, menyampaikan keheranannya atas ketidaktahuan Kadisdik terkait data jumlah siswa. Ia juga menyinggung keberadaan mobil patroli Dinas Pendidikan yang jarang terlihat di lapangan untuk menangani siswa yang bolos. Salah satu kasus viral bahkan menunjukkan siswa SMP negeri melompati pagar sekolah demi membolos.
Ketua Komisi II sekaligus pimpinan sidang, Hendra Pardede, berharap Kadisdik dapat lebih menunjukkan kepemimpinan yang baik serta memberi contoh positif bagi seluruh jajaran Dinas Pendidikan.
Rapat ini menegaskan pentingnya perbaikan kinerja dan kepemimpinan di Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar demi masa depan pendidikan yang lebih baik.
Wartawan : Larsen S /kr

































