Pemko Medan Matangkan PSEL, Solusi Revolusioner Atasi Gunungan Sampah Kota

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 19 Agustus 2025 - 18:20 WIB

40341 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rico Waas ketika menerima Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup di Balai Kota, Selasa (19/8/25).

Rico Waas ketika menerima Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup di Balai Kota, Selasa (19/8/25).

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Masalah sampah bukan lagi sekadar isu lokal, melainkan problem global yang mengancam masa depan peradaban manusia. Di Kota Medan, gunungan sampah kian mengkhawatirkan, namun Pemko Medan tak tinggal diam. Mulai dari hulu, tengah, hingga hilir, berbagai langkah revolusioner tengah dipersiapkan.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa solusi utama berada di hilir, tepatnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pemko Medan kini sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk percepatan pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

“Ini langkah bersejarah. PSEL bukan sekadar proyek, tetapi jawaban atas keresahan jutaan warga Medan terhadap sampah,” kata Rico Waas ketika menerima Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup di Balai Kota, Selasa (19/8/25).

Didampingi Kepala Bappeda Benny Iskandar dan Plt Kadis Lingkungan Hidup Suti Sadiah, Rico menegaskan bahwa Pemko Medan sudah siap melaksanakan pembangunan PSEL. Namun, keputusan penuh berada di tangan Pemerintah Pusat.

“Kami menunggu siapa yang ditunjuk mengelola, apakah daerah atau pusat. Ada banyak perusahaan yang melirik kerjasama, tapi kami menunggu kejelasan. Jika tidak segera ada solusi, tahun 2029 Kota Medan bisa kehabisan lahan TPA,” tegasnya.

Rico juga berharap Pemerintah Pusat memberi perhatian khusus.

“Sampah adalah bom waktu. Jika dibiarkan, Kota Medan akan tenggelam oleh lautan sampah. Kami butuh dukungan penuh pusat,” tambahnya dengan nada optimis.

Selain PSEL, Pemko Medan juga menghidupkan kembali program 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Langkah ini dinilai penting untuk pengelolaan sampah di tingkat tengah, yang masih bisa dibiayai melalui APBD.

“Di tingkat hulu, kami akan menerapkan program satu lingkungan satu bak sampah. Camat dan lurah wajib mengawasi langsung. Ini bagian dari strategi merebut kembali Adipura,” ujar Rico.

Sementara itu, Direktur Pengendalian Ekosistem Gambut KLHK, Edy Nugroho Santoso, mengapresiasi upaya Pemko Medan. Ia menyebut Kota Medan telah bebas dari sistem open dumping dan sudah beralih ke sanitary landfill.

“Dari timbunan sampah 1.700 ton per hari, 98 persen sudah dikelola dengan sanitary landfill. Itu capaian luar biasa,” ungkap Edy.

Ia juga menyoroti keberadaan bank sampah dan TPS 3R. Menurutnya, masih ada yang tidak aktif dan harus segera dihidupkan kembali. “Ini bukan sekadar fasilitas, tapi kunci dalam penilaian Adipura dan bukti komitmen Medan terhadap kebersihan,” tegasnya.

Dengan deretan program berlapis, dari hulu hingga hilir, Pemko Medan optimis mampu mengubah wajah kota. Dari gunungan sampah yang mengancam, menuju kota modern dengan energi terbarukan dari sampah.

Jika program ini berhasil, Medan bukan hanya bersih, tetapi akan menjadi ikon nasional dalam inovasi pengelolaan sampah. (*)

Berita Terkait

PRSU ke-50 Hadir dengan Wajah Baru, Simak Jadwal Konser The Changcuters, Happy Asmara hingga Maliq & D’Essentials
Semarak HUT ke-436 Kota Medan di Amplas, Rico Waas Komit Benahi Infrastruktur dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga
Ribuan Warga Padati Pesona Colorful Medan, Pagelaran 100 Kulcapi Pecahkan Rekor Dunia MURI
Pesona Colorful Medan 2026 Resmi Digelar, Rekor MURI Kulcapi dan The Changcuters Jadi Daya Tarik
AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI di Medan, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah
Forum Komdigi APEKSI XVIII: Analisis Media Sosial Dinilai Jadi Kunci Kebijakan Publik Berbasis Data
Mendiktisaintek Resmikan Universitas Satya Terra Bhinneka, Zakiyuddin Harap Buka Akses Pendidikan Anak Kurang Mampu
Forum Pangan Nasional APEKSI, Wali Kota Medan Tekankan Distribusi Pangan dan Smart Farming

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:50 WIB

Ketua Tim Komisi VII DPR RI dan Gubernur Sumut Kunjungi Paviliun Asahan di PRSU 2026, Sepatu Bunut Jadi Sorotan

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:10 WIB

PT Socfindo Kebun Lae Butar Salurkan Bantuan Alat Panen dan APD kepada Kelompok Tani di Aceh Singkil

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:50 WIB

Wabup Asahan Hadiri Pembukaan Jambore Daerah XI Pramuka Sumut 2026, Diikuti 5.575 Peserta

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:50 WIB

Dishub Aceh Singkil Raih Juara II Terbaik Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Aceh 2026

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:50 WIB

Bobby Nasution Dorong PRSU Masuk Kalender Event Nasional, Komisi VII DPR RI Siap Dukung

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:59 WIB

Patar Oloan Silitonga Ajukan Perlawanan Eksekusi, Minta PN Pematangsiantar Tunda Pengosongan Lahan

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:55 WIB

DPRD Sumut Kunker ke Samosir, Wabup Dorong Percepatan Infrastruktur, Pariwisata, Pertanian, dan Kesehatan

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:20 WIB

Wesly Silalahi Promosikan Seni dan Budaya Pematangsiantar di PRSU ke-50 Tahun 2026

Berita Terbaru