ATAPKOTA.COM, SUMUT – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mempercepat pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) di 33 kabupaten/kota. Targetnya, seluruh tim sudah terbentuk pada 30 September 2025.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumut, Erwin Hotmansah Harahap, menegaskan langkah ini penting untuk memperkuat pertahanan digital di tingkat daerah.
“Hari ini kita mengikuti rapat evaluasi keamanan siber bersama Kemenko Polkam RI dan BSSN. Pemprov Sumut sangat mendukung percepatan pembentukan TTIS,” ujar Erwin di Hotel JW Marriott Medan, Rabu (20/8).
Saat ini, baru Kota Medan dan Kabupaten Nias yang memiliki TTIS aktif. Ada tujuh daerah termasuk Pemprov Sumut yang sudah membentuk, sementara 24 kabupaten/kota lainnya masih berproses.
“September 2025 seluruh kabupaten/kota harus punya TTIS. Kita akan percepat dengan menyurati daerah dan meluncurkan TTIS secara serentak pada Oktober 2025,” tambah Erwin.
Sandiman Ahli Madya BSSN, Firman Maulana, menyebut Sumut tidak termasuk provinsi dengan notifikasi insiden siber tertinggi. Namun, ia menegaskan setiap potensi serangan tetap harus diantisipasi.
“Jumlah serangan bisa sedikit, tapi dampaknya besar. Karena itu, TTIS harus segera digerakkan secara massif di Sumut,” jelas Firman.
Ia juga menegaskan sesuai Surat Edaran Bersama (SEB) Menteri Dalam Negeri dan Kepala BSSN Nomor 600.5/3022/SJ/61 Tahun 2025, batas akhir pembentukan TTIS adalah 30 September 2025.
“Koordinasi Pemprov Sumut sejauh ini paling baik. Jika semua tim sudah terbentuk, ekosistem keamanan siber daerah bisa terbangun lebih kokoh,” ujar Firman.
Asdep Koordinasi Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber Kemenko Polkam RI, Budi Eko P, menambahkan TTIS berperan sebagai garda terdepan keamanan digital di daerah.
“Ibarat kecelakaan, TTIS menjadi pertolongan pertama agar insiden tidak menyebar ke sistem lain. Keamanan digital daerah sangat menentukan ketahanan siber nasional,” tegas Budi.
Dengan percepatan ini, Pemprov Sumut menargetkan ekosistem keamanan siber di tingkat daerah bisa terbangun lebih solid, sehingga ancaman siber dapat dicegah sejak dini.(*)

































