ATAPKOTA.COM, MEDAN -Balai Kota Medan sore itu menjadi panggung kehangatan. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, S.E., M.M., menerima audiensi seorang tamu istimewa—seorang remaja berbakat yang membawa harum nama Indonesia di kancah internasional. Ia adalah Qiara Asqa, violis muda yang baru saja mengukir prestasi gemilang dengan meraih Gold Award kategori musik dalam ajang Asia All Festival 2025 di Korea.
Rico Waas menyambut Qiara dengan penuh bangga. Ia menegaskan bahwa seni, khususnya musik, bukan hanya hiburan, melainkan jalan untuk mempertajam intuisi sekaligus melahirkan kreativitas tanpa batas.
“Seni itu melatih rasa, membentuk karakter, dan menumbuhkan kreativitas. Teruslah berkarya dan menginspirasi,” pesan Rico dengan tatapan penuh keyakinan kepada Qiara, yang hadir didampingi kedua orang tuanya, Sri Wulandari dan Andi Hamri.
Sri Wulandari, sang ibu, tak kuasa menyembunyikan kebanggaannya. Ia menceritakan bahwa Qiara menjadi salah satu dari hanya empat wakil Indonesia di ajang prestisius tersebut. Membawakan instrumen berjudul “Aku Cinta D Minor” karya Clarissa Tamara sambil menari, Qiara berhasil memukau para juri dan menyisihkan 122 peserta dari berbagai negara Asia.
Suasana audiensi semakin hangat ketika Qiara memegang biolanya. Dengan penuh percaya diri, ia menggesekkan bow ke senar. Nada demi nada melayang di ruangan, mulai dari lagu tradisional Melayu hingga “Aku Cinta D Minor”. Alunan itu menjelma magnet, membuat semua yang hadir terpukau.
Rico Waas pun kembali menegaskan harapannya. “Ke depan, saya ingin bukan hanya mendengar kamu membawakan karya orang lain, tapi juga karya ciptaanmu sendiri,” ujarnya penuh semangat.
Momen itu bukan sekadar audiensi, melainkan pertemuan antara pemimpin kota dengan generasi muda yang membawa cahaya masa depan. Seperti nada biola Qiara yang merdu, harapan akan lahirnya lebih banyak talenta Medan di panggung dunia terus bergema.
Wartawan : Merry Bintang/kr































