Bobby Nasution Fokus Tangani Hama Lalat Buah di Perkebunan Jeruk Sumut

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 25 Agustus 2025 - 20:42 WIB

40283 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumut, Bobby Nasution memimpin Rapat Koordfinasi Produksi dan Hilirisasi Komoditas Jeruk yang diselenggarakan di Ruang Rapat 1, lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30, Medan, Senin (25/8/2025).

Gubernur Sumut, Bobby Nasution memimpin Rapat Koordfinasi Produksi dan Hilirisasi Komoditas Jeruk yang diselenggarakan di Ruang Rapat 1, lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30, Medan, Senin (25/8/2025).

ATAPKOTA.COM, SUMUT – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, semakin serius menangani serangan hama lalat buah yang mengancam perkebunan jeruk. Data akurat, teknologi pengendalian, dan penyelesaian masalah pendanaan petani menjadi fokus utama pemerintah dalam penanganan jangka dekat.

Bobby meminta pemerintah kabupaten yang memiliki perkebunan jeruk, seperti Karo, Simalungun, Dairi, Pakpak Bharat, dan Tapanuli Utara, menyiapkan data akurat terkait lahan dan jumlah petani. Data tersebut menjadi dasar kebijakan yang tepat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.

“Tiga hal yang perlu kita kerjakan adalah data, penanganan hama, dan penyelesaian masalah pendanaan. Masing-masing sudah ada porsinya, baik untuk daerah, provinsi, maupun mitra kita. Action-nya harus tepat, terutama terkait data, karena dari situlah kita bergerak,” kata Bobby usai Rakor Produksi dan Hilirisasi Komoditas Jeruk di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Senin (25/8/2025).

Bobby menegaskan, Pemprov Sumut akan melakukan intervensi langsung dalam waktu satu bulan ke depan. Ia berharap program yang disusun dapat berjalan baik dan memberi dampak nyata.

“Semua kegiatan ini harus benar-benar dikerjakan di lapangan, dibuat programnya, ada legalitasnya. Kita akan intervensi satu bulan ke depan,” tegas Bobby.

CEO PT Agrari, Robertus Theodore, menambahkan bahwa masalah utama petani jeruk saat ini adalah pendanaan. Banyak petani terlilit utang sehingga kebunnya terbengkalai atau beralih ke tanaman lain.

“Banyak petani jeruk yang kesulitan. Mereka terlilit hutang, tidak bisa mengakses bank, dan hasil panen pun merugi. Bersama Pak Gubernur, kami ingin menyelesaikan masalah ini,” ujar Robertus.

Ia bersyukur Bobby memberi perhatian serius pada jeruk asli Sumut. Menurutnya, skema yang berhasil diterapkan di kawasan Liang Melas Datas (LMD), Karo, bisa diperluas ke daerah lain.

“Masalah lalat buah harus ditangani bersama dan dalam satu kawasan. Jika tidak serius, jeruk Karo bisa punah seperti jeruk di daerah lain,” ungkapnya.

Bupati Karo, Antonius Ginting, menyebut lahan jeruk aktif di Karo kini tinggal 4.841 hektare, jauh menurun dari sekitar 20.000 hektare beberapa tahun lalu.

“Ini data riil kebun jeruk yang masih aktif. Namun, kami akan kategorikan mana yang bisa diterapkan metode baru ini. Ada indikator yang perlu dipenuhi agar penanganan lalat buah berhasil,” jelas Antonius.

Pertemuan ini juga dihadiri Bupati Dairi, Vickner Sinaga; Wakil Bupati Pakpak Bharat, Mutsyuhito Solin; perwakilan daerah lainnya; Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumut, Rajali; serta jajaran OPD terkait. (*)

Berita Terkait

Wagub Sumut Surya Semangati Anak-anak Asrama Dinsos di Gunungsitoli, Ajak Raih Cita-cita Meski Penuh Keterbatasan
Presiden Prabowo Jadikan Sidang Kabinet Paripurna Momentum Evaluasi Kinerja Menuju Tahun Kedua Pemerintahan
Kapolda Sumut Tegaskan Tak Ada Ampun bagi Anggota Polisi yang Terlibat Narkoba
Terima Taruna Akmil dan AAL, Wagub Sumut Surya Tekankan Integritas, Kejujuran, dan Hidup Sederhana
Ribuan Warga Nias Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Bobby Nasution di Gunungsitoli
Dubes Prancis Terpukau Situs Megalitik Nias, Bobby Nasution Dorong Kerja Sama Pariwisata dan Budaya
Bobby Nasution Komit Revitalisasi Situs Megalitik Tetegewo, Dorong Nias Jadi Destinasi Wisata Sejarah
DJP Uji Coba Co-operative Compliance Bersama Pertamina, Perkuat Kepastian Hukum dan Kepatuhan Pajak

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:24 WIB

Pelayanan Stroke Berstandar Dunia, RS Murni Teguh Horas Insani dan Murni Teguh Memorial Hospital Sabet Diamond Status WSO

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:45 WIB

Hari Bhakti Adhyaksa Ke-66, Kapolres Aceh Singkil Tegaskan Sinergi Polri dan Kejaksaan

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:13 WIB

Dewan Pers Kecam Dugaan Pemerasan oleh Oknum Wartawan, Tegaskan Bukan Bagian dari Kerja Jurnalistik

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:37 WIB

Dua Rumah Gandeng Terbakar di Pematangsiantar, Enam Mobil Damkar Dikerahkan

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:26 WIB

Dewan Pers Tegaskan Sertifikat Kompetensi Bukan Syarat Wartawan Mewawancarai Narasumber

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:10 WIB

Dewan Pers: Pengaduan terhadap Media Meningkat, Wartawan Diminta Tegakkan Kode Etik

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:01 WIB

Dewan Pers: Tanpa Regulasi Media Sosial, Profesi Jurnalis Terancam Tersingkir

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:54 WIB

PLN UP3 Pematangsiantar Nyalakan 13 Sambungan Listrik Gratis dan Bagikan Sembako kepada Warga Simalungun

Berita Terbaru