ATAPKOTA.COM, ASAHAN – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M di Kabupaten Asahan berlangsung khidmat sekaligus bersejarah. Acara yang dipusatkan di Masjid Agung H. Achmad Bakrie Kisaran itu menjadi momentum penting karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menerima hibah bangunan dan sebagian tanah bersejarah.
Bangunan tersebut dahulu menjadi lokasi musyawarah panitia penyelenggara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) pertama di Indonesia tahun 1946 di Desa Pondok Bungur, Kecamatan Rawang Panca Arga. Hibah diserahkan oleh Azwar D, S.Sos., ahli waris keluarga pemilik bangunan, untuk dijadikan cagar budaya religi.
Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas hibah tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Asahan, kami berterima kasih kepada keluarga besar Bapak Azwar yang dengan tulus menghibahkan bangunan bersejarah ini. Amanah ini akan kami jaga, lestarikan, dan kembangkan sebagai destinasi wisata religi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Bupati.
Selain penyerahan hibah, peringatan Maulid Nabi juga diisi dengan tausiyah Al-Ustadz H. Irfan Yusuf, S.Ag. Ia mengajak umat meneladani akhlak Rasulullah SAW sekaligus merawat sejarah besar Asahan sebagai tuan rumah MTQ pertama.
“Momentum ini bukan hanya peringatan Maulid Nabi, tetapi juga kebanggaan bagi Asahan yang menjadi saksi lahirnya MTQ di Indonesia. Mari jadikan warisan ini sebagai penyemangat untuk meningkatkan amal ibadah dan menjaga identitas daerah,” ujarnya.
Acara berlangsung penuh kekhidmatan dengan kehadiran Wakil Bupati Asahan, Kajari Asahan, Ketua PN Kisaran, Kapolres Asahan, perwakilan Dandim 0208/Asahan, perwakilan Danlanal Tanjung Balai Asahan, Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli bupati, kepala OPD, camat se-Kabupaten Asahan, ASN, Ketua TP PKK, DWP, serta tokoh masyarakat dan jamaah Masjid Agung H. Achmad Bakrie Kisaran.
Kebersamaan seluruh unsur pemerintah, tokoh masyarakat, dan umat menegaskan bahwa Asahan tidak hanya menjaga tradisi religius, tetapi juga merawat sejarah besar bangsa yang lahir dari bumi mereka. (Do/red)




































