Pemprov Sumut Ingatkan Bahaya TPPO: 52% PMI di Kamboja Berasal dari Sumut

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 24 September 2025 - 21:13 WIB

40344 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 temu pers dengan Tema Perkuat Kolaborasi, Cegah Pekerja Migran Illegal dan Korban TPPO di Sumut, bersama Dinas Ketenagakerjaan, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak  dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sumut yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (24/9/2025).

temu pers dengan Tema Perkuat Kolaborasi, Cegah Pekerja Migran Illegal dan Korban TPPO di Sumut, bersama Dinas Ketenagakerjaan, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sumut yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (24/9/2025).

ATAPKOTA.COM, SUMUT – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara mengingatkan masyarakat agar mewaspadai maraknya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Modus yang sering digunakan ialah menawarkan pekerjaan di luar negeri dengan iming-iming gaji tinggi, terutama ke Malaysia, Jepang, dan Hongkong.

Peringatan itu disampaikan dalam temu pers bertema Perkuat Kolaborasi, Cegah Pekerja Migran Ilegal dan Korban TPPO di Sumut. Acara digelar di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Rabu (24/9/2025), melibatkan Dinas P3AKB, Dinas Ketenagakerjaan, dan Dinas Kominfo Sumut.

Kepala Dinas P3AKB Sumut, Dwi Endah Purwanti, menegaskan bahwa TPPO sering bermula dari janji kerja ke negara maju. “Biasanya dijanjikan kerja di Malaysia, Jepang, atau Hongkong. Namun akhirnya diarahkan ke Kamboja. Mereka dijebak dengan iming-iming gaji tinggi,” ujarnya.

Saat ini, Indonesia masuk kategori darurat TPPO. Data menunjukkan 166.795 WNI bekerja di Kamboja, dengan 52% di antaranya berasal dari Sumut, baik secara legal maupun ilegal.

Pada Maret 2025, pemerintah memulangkan 645 PMI ilegal dari Kamboja. Dari jumlah tersebut, 141 orang berasal dari Sumut. Bahkan, 32 PMI ilegal tidak bisa pulang karena tidak memiliki biaya. Pemprov Sumut akhirnya menggunakan APBD untuk memulangkan mereka.

Dwi menyebutkan, terdapat 13 kabupaten/kota di Sumut menjadi daerah sumber TPPO, di antaranya Medan, Binjai, Deliserdang, Langkat, dan Asahan. Tingginya angka ini dipengaruhi oleh letak geografis Sumut yang dekat dengan negara tujuan, serta posisinya sebagai daerah transit pekerja migran dari Jawa.

Karena itu, pemerintah telah melarang WNI bekerja di Kamboja, Myanmar, dan Thailand sejak April 2025. Meski demikian, masih banyak WNI bekerja di sana secara non-prosedural, biasanya menggunakan visa turis.

Menurut Dwi, TPPO mencakup perekrutan, pengangkutan, penampungan, hingga pemindahan orang dengan cara melawan hukum. Bentuk eksploitasi meliputi kerja paksa, eksploitasi seksual, perbudakan modern, hingga pekerja anak.

Untuk mencegah TPPO, Pemprov Sumut memperkuat kolaborasi lintas OPD, stakeholder, serta aparat hukum. Upaya yang dilakukan meliputi sosialisasi, advokasi, bimbingan teknis pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta sinkronisasi kebijakan di kabupaten/kota.

“Pencegahan TPPO ini sejalan dengan visi Gubernur Bobby Afif Nasution dan Wakil Gubernur Surya, yaitu memperkuat ketahanan sosial dan budaya demi masyarakat Sumut yang tangguh,” pungkas Dwi. (An/red)

Berita Terkait

Gubernur Bobby Nasution Minta TVRI Sumut Aktif Angkat Budaya dan Pariwisata Daerah
Bobby Nasution Minta Blackout Listrik di Sumatera Tidak Terulang, PLN Diminta Perkuat Sistem
Pemprov Sumut Kucurkan 1,3 Triliun untuk Infrastruktur, Target Bangun 141 Km Jalan pada 2026
Kasus Kekerasan Meningkat, Pemprov Sumut Perkuat Program Perlindungan Perempuan dan Anak
Sumut Dapat Pengembalian TKD Terbesar Pasca Bencana, Ini Penjelasan Tito Karnavian
PRSU Emas ke-50 Digelar Juli 2026, Pemprov Sumut Minta OPD dan BUMD Totalitas
Sebanyak 6.100 Koperasi Merah Putih Sudah Terbentuk di Sumatera Utara
Tim AFF U-19 Mulai Tiba di Medan, Bobby Nasution Pastikan Sumut Siap Jadi Tuan Rumah

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 00:10 WIB

Inspektorat Bengkulu Tengah Pelajari Laporan Dugaan Investasi Muntahan Paus dan Kayu Gaharu

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:59 WIB

Presiden Prabowo Tiba di Paris, Kunjungan Kenegaraan Perkuat Kerja Sama Strategis Indonesia-Prancis

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:46 WIB

“Bienvenue Presiden Prabowo”, WNI dan Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kepala Negara di Paris

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:55 WIB

Gubernur Bobby Nasution Minta TVRI Sumut Aktif Angkat Budaya dan Pariwisata Daerah

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:33 WIB

Pemkab Asahan Gelar Pawai Takbiran dan Buka Puasa Bersama Sambut Iduladha 1447 Hijriah

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:51 WIB

Tinjau Posyandu di Samosir, Kahiyang Ayu Tegaskan Posyandu Jadi Garda Terdepan Layanan Kesehatan di Sumut

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:45 WIB

Penantian Warga Marelan Terjawab, Jalan Gang Rahayu Baru Kini Mulus Diaspal

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:04 WIB

Tanoto Foundation Gandeng TP PKK Pematangsiantar Tingkatkan Literasi dan Tumbuh Kembang Anak

Berita Terbaru