ATAPKOTA.COM – Hidup sering dipenuhi tanya. Apa yang akan terjadi besok? Bagaimana masa depan anak-anak? Bagaimana bila usaha gagal? Kekhawatiran datang bagaikan asap tebal yang menyelimuti pandangan kita. Semakin kita memikirkannya, semakin gelaplah jalan di depan mata.
Namun, kekhawatiran bukanlah solusi. Kekhawatiran hanyalah pencuri damai, pengikis iman, dan penghalang kita melihat rencana indah Tuhan.
Matius 6:27 menegaskan, “Siapakah di antara kamu yang karena kekhawatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?”
Firman ini adalah pukulan telak bagi kita. Kekhawatiran tak memberi pertambahan apa pun—sebaliknya, ia mencuri sukacita, kesehatan, bahkan iman.
Saudaraku, rencana Tuhan jauh lebih besar dari kerikil-kerikil kecil yang kamu takuti. Kekhawatiran hanya membuatmu berhenti di tepi, padahal Tuhan memanggilmu melangkah ke tengah samudra kasih-Nya.
Seperti yang tertulis dalam Yeremia 29:11 mengatakan, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
Kekhawatiran mengikat kita pada bayangan kecelakaan, sementara Tuhan menjanjikan damai sejahtera. Kekhawatiran membuat kita berpaling pada kemungkinan buruk, sementara Tuhan sudah merancang hari depan yang penuh harapan.
Bayangkan burung-burung di udara yang tak menanam dan tak menuai, tetapi tetap diberi makan oleh Bapa di surga. Jika burung yang kecil saja Tuhan pelihara, terlebih lagi kita yang dicipta segambar dengan-Nya.
Oleh sebab itu, Matius 6:34 menegaskan kembali “Sebab itu janganlah kamu khawatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”
Kekhawatiran mengikat kita pada masa depan yang belum tentu terjadi. Tetapi iman menuntun kita pada tangan Tuhan yang selalu setia. Maka lepaskanlah beban itu. Percayakan hidupmu kepada Dia yang sanggup menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya.
Oleh : Tim Redaksi

































