940 Ribu Penerima MBG di Sumut dengan 10 Ribu Tenaga Kerja, Bagaimana Pengawasannya?

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 1 Oktober 2025 - 20:41 WIB

40402 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dan Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sumut melakukan Konferensi Pers terkait Kolaborasi untuk generasi emas : Pastikan Makanan Gratis yang Aman, Bergizi, dan Bermutu. Kegiatan yang difasilitasi Dinas Kominfo Sumut ini berlangsung di Lobby Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Kota Medan, Rabu (1/10).

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dan Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sumut melakukan Konferensi Pers terkait Kolaborasi untuk generasi emas : Pastikan Makanan Gratis yang Aman, Bergizi, dan Bermutu. Kegiatan yang difasilitasi Dinas Kominfo Sumut ini berlangsung di Lobby Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Kota Medan, Rabu (1/10).

ATAPKOTA.COM, SUMUT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Utara kini melibatkan 940 ribu penerima manfaat. Mereka dilayani oleh 322 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan dukungan 10 ribu tenaga kerja. Pemerintah Provinsi Sumut menegaskan pengawasan akan diperketat melalui monitoring ketat dan penerapan Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Fakta itu mencuat dalam temu media yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (1/10). Hadir antara lain Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sumut, T. Agung Kurniawan, Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal, serta Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumut, Harvina Zuhra.

Agung Kurniawan menegaskan program ini masih jauh dari target.

“Saat ini baru 322 unit SPPG beroperasi. Padahal target kita mencapai 1.742 unit. Tenaga kerja yang terserap sekitar 10 ribu orang, dan jumlah itu akan terus bertambah. Karena penerima manfaat sudah mencapai 940 ribu orang, maka kita perlu kolaborasi untuk menyukseskan program ini,” katanya.

Menurut Agung, penerima manfaat berasal dari dua kategori. Pertama, peserta didik mulai dari PAUD hingga SLTA. Kedua, golongan non-peserta didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Namun, seiring meningkatnya jumlah penerima, risiko juga ikut membayangi. Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal, menekankan pentingnya SLHS sebagai syarat mutlak bagi setiap dapur MBG.

“SPPG wajib memiliki SLHS. Tanpa itu, distribusi makanan tidak boleh jalan. Kami akan memperketat sertifikasi agar masyarakat benar-benar aman,” tegasnya.

Hamid menjelaskan pengawasan dilakukan menyeluruh. Tim akan memantau masa kedaluwarsa, cara pengolahan, kesehatan karyawan SPPG, hingga proses packing dan distribusi. Bahkan, uji sampel makanan dilakukan dua kali: saat masih di dapur dan setelah sampai ke penerima manfaat.

“Karyawan SPPG juga harus sehat. Jika ada yang sakit menular, mereka tidak boleh bekerja. Kita akan menguji sampel makanan di laboratorium Kemenkes dan Labkesda Sumut. Ini untuk memastikan tidak ada bahan kimia, bakteri, atau virus berbahaya yang masuk ke makanan MBG,” jelas Hamid.

Meski pengawasan disebut ketat, pertanyaan publik tetap mengemuka: apakah mekanisme itu cukup untuk menjamin keamanan 940 ribu penerima manfaat MBG? Program ini menyangkut kesehatan generasi muda dan kelompok rentan, sehingga transparansi pengawasan menjadi kunci. (AP)

Berita Terkait

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik saat Bertemu Prabowo
Pidato di EEF ke-11 Vladivostok, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Kehidupan Rakyat
Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat P4GN, Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba
Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi
Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan
Belacan Khas Asahan Ditargetkan Tembus Pasar Thailand, Pemkab Siapkan Dukungan untuk UMKM
Istilah Proyek Siluman Mencuat di Puskesmas BP Nauli, Pekerja Mengaku Tak Tahu Pemborong Pelaksana
Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 23:37 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik saat Bertemu Prabowo

Kamis, 3 September 2026 - 23:32 WIB

Pidato di EEF ke-11 Vladivostok, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Kehidupan Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 22:35 WIB

Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat P4GN, Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba

Kamis, 3 September 2026 - 21:29 WIB

Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi

Kamis, 3 September 2026 - 21:00 WIB

Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Istilah Proyek Siluman Mencuat di Puskesmas BP Nauli, Pekerja Mengaku Tak Tahu Pemborong Pelaksana

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga

Kamis, 3 September 2026 - 20:05 WIB

Wabup Simalungun Minta Pasar Lokal Dilibatkan dalam Rantai Pasok Program MBG

Berita Terbaru