ATAPKOTA.COM, SUMUT – Barisan Bobby Nasution (BBN) Indonesia melepas 5 ton beras murah untuk masyarakat. Program ini bertujuan menekan harga beras yang belakangan naik tajam, sekaligus mendukung langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut).
Beras dijual dengan harga Rp30.000 per karung berisi 5 kilogram, sekitar setengah dari harga pasar. Untuk menjaga pemerataan, panitia membatasi pembelian maksimal satu karung per orang. Driver ojek online (ojol) dan masyarakat kurang mampu menjadi prioritas penerima.
“Ini untuk membantu program Bapak Gubernur Sumut Bobby Nasution dalam menurunkan harga beras. Beberapa hari lalu harga naik, jadi ini solusi agar masyarakat tetap terbantu,” kata Ketua BBN Indonesia, Ricky Rizaldi Rangkuti, saat penyaluran di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (3/10/2025).
Sebanyak 1.000 karung beras disediakan dalam kegiatan tersebut. Ricky menegaskan, BBN Indonesia berkomitmen memperluas distribusi di wilayah lain agar manfaatnya lebih besar.
“Kita siapkan 1.000 karung, per karung 5 kilogram. Harapannya bisa dilakukan di daerah lain supaya dampaknya signifikan,” tegas Ricky.
Di sisi lain, masyarakat menyambut positif program ini. Suryadi, warga Kampung Madras, mengaku bersyukur bisa mendapatkan beras murah tersebut.
“Alhamdulillah dapat beras murah. Kalau di pasar harganya Rp60 ribu sampai Rp65 ribu per 5 kilogram. Ini setengahnya. Semoga program ini berlanjut sampai ekonomi membaik,” ucap Suryadi.
Program BBN Indonesia ini menjadi salah satu bentuk intervensi sosial menghadapi lonjakan harga pangan. Namun, banyak pihak menilai langkah serupa harus konsisten dan diperluas, agar tidak sekadar menjadi pencitraan politik, melainkan benar-benar solusi untuk ketahanan pangan masyarakat kecil. (R-AP)
































