BARA JP Bengkulu Tolak Tambang Emas Bukit Sanggul: “Jangan Hancurkan Hutan Kami”

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 21 Oktober 2025 - 23:58 WIB

40355 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawasan Hutan Gunung Mas Bukit Sanggul yang rencananya akan di ubah menjadi tambang emas. (Foto : David)

Kawasan Hutan Gunung Mas Bukit Sanggul yang rencananya akan di ubah menjadi tambang emas. (Foto : David)

ATAPKOTA.COM, BENGKULU – Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) Provinsi Bengkulu secara tegas menolak rencana pembukaan tambang emas di kawasan Bukit Sanggul, Kabupaten Seluma. Penolakan ini disampaikan langsung oleh Ketua BARA JP Bengkulu, Endang Subandi, karena proyek tambang dianggap berpotensi menghancurkan hutan lindung dan mengancam kehidupan masyarakat sekitar.

Menurut Endang, wilayah tambang yang diajukan mencapai 24,8 ribu hektare, mencakup Bukit Campang, Bukit Buar, Bukit Meja, dan Bukit Sanggul. Dari luas tersebut, sekitar 80 persen merupakan hutan perawan yang masih menjadi penyangga ekosistem penting di wilayah selatan Bengkulu. Di kawasan itu juga terdapat sedikitnya delapan hulu sungai yang menjadi sumber air bagi warga sekitar.

“Kami secara tegas menolak tambang emas di Bukit Sanggul. Jika tambang dibuka, maka alam dan ekonomi masyarakat akan hancur,” tegas Endang Subandi, Selasa (21/10/2025).

Ia menjelaskan, hasil kajian internal menunjukkan aktivitas tambang akan menimbulkan kerusakan ekologis besar. Mulai dari rusaknya hutan lindung, hilangnya habitat satwa dilindungi, pencemaran sungai, hingga kerusakan lahan pertanian warga akibat limbah bahan kimia.

Rencana tersebut, lanjut Endang, melibatkan PT ESDM sebagai calon pemegang izin utama dan beberapa perusahaan lain sebagai pemegang saham. Jika izin disetujui, operasi pertambangan diperkirakan dimulai dalam beberapa tahun ke depan.

“Pertambangan di kawasan hutan lindung ini akan mempercepat krisis iklim dan memperparah pemanasan global. Urat ekologi yang menopang kehidupan masyarakat akan rusak,” ujar Endang.

Ia menambahkan, pemerintah semestinya lebih berpihak pada kelestarian lingkungan dan ekonomi rakyat berbasis alam lestari, bukan pada investasi jangka pendek yang merusak.

“Tolak tambang emas sekarang juga! Masih banyak cara lain untuk sejahtera tanpa menghancurkan hutan kami,” tegasnya.

BARA JP Bengkulu menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, aktivis lingkungan, dan akademisi untuk bersatu menjaga Bukit Sanggul. Hutan yang tersisa, katanya, bukan hanya aset ekologis, tetapi juga warisan bagi generasi mendatang.

Dengan sikap ini, BARA JP menegaskan posisinya sebagai gerakan relawan independen yang menolak eksploitasi alam atas nama pembangunan, sekaligus menyerukan agar pemerintah menghentikan izin tambang di kawasan lindung Bengkulu. (Dav/red)

Berita Terkait

PLN UP3 Pematangsiantar Tingkatkan Kompetensi Petugas Yantek Melalui Upskilling Berbasis K3 dan Pelayanan Prima
20 Tahun Atap Bocor, Rumah Jaipah Direhabilitasi Pemko Medan Lewat Program RTLH
Terima Audiensi BNKP, Bobby Nasution Paparkan Tiga Prioritas Pembangunan Kepulauan Nias
Hasil Musyawarah Bersama, Dishub Aceh Singkil Resmikan Aturan Penutupan Jalan di Gunung Meriah
Diguyur Hujan, Tim Resmob Polres Simalungun Tetap Gelar Patroli KRYD di Pintu Masuk Kabupaten
Sekda Pematangsiantar Finalisasi Persiapan HUT ke-81 RI, Upacara hingga Festival Merah Putih Dimatangkan
Digerebek di Tempat Hiburan Malam, Dua Perempuan Diduga Pesta Sabu di Simalungun
Inspektorat Rekomendasikan Sanksi Disiplin, Lurah Aur Dinonaktifkan Sementara dari Jabatan

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:30 WIB

Wakil Wali Kota Medan Hadiri Perayaan Hari Nasional Prancis, Perkuat Kerja Sama Bilateral

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:14 WIB

Wapres Gibran Serap Aspirasi Petani Singkong di Lampung Timur, Soroti Harga hingga Impor Ubi Kayu

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:44 WIB

Samosir Terima Alokasi Dana TKD 38 Miliar, Bupati Vandiko Tegaskan Pengelolaan Tepat Sasaran

Senin, 13 Juli 2026 - 15:10 WIB

Buka MPLS 2026 di Binjai, Bobby Nasution Minta Siswa Hormati Guru dan Orang Tua

Minggu, 12 Juli 2026 - 01:33 WIB

Kapolda Sumut Dukung Rakernas V MPK Indonesia di Tarutung

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:14 WIB

Polres Batu Bara Ungkap Dugaan Peredaran Etomidate, Empat Tersangka Diamankan

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:55 WIB

Wali Kota Wesly Buka Pesparawi Sekolah Minggu GKPS 2026, Tekankan Pentingnya Pendidikan Rohani Anak

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:50 WIB

Gowes 21 Kilometer Bersama Forkopimda, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap Pantau Kondisi Kota

Berita Terbaru