ATAPKOTA.COM, SUMUT – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendukung upaya Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) dalam mengenalkan nilai-nilai Islam kepada generasi muda melalui seni. Karena itu, ia berharap kegiatan bernuansa Islami tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi berkembang sebagai ruang pembinaan karakter sejak usia dini hingga dewasa.
“Kegiatan qasidah dan seni jangan hanya sebatas seremonial saja, karena memiliki banyak manfaat bagi generasi muda, baik dalam aspek pengembangan diri, kreativitas, hingga pembentukan karakter,” ujar Bobby saat bertemu Dewan Pengurus Wilayah LASQI Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat (21/11/2025).
Selain itu, Bobby menilai seni qasidah menjadi media efektif untuk mengenalkan ajaran Islam kepada seluruh lapisan usia. Ia mendorong agar seni qasidah semakin diperluas ke kalangan generasi muda, sehingga tetap diminati di tengah dominasi genre musik modern seperti K-Pop. “Kita tahu bersama seni qasidah memiliki keunggulan yang tidak bisa ditandingi oleh hiburan modern,” katanya.
Untuk memperluas syiar seni qasidah, Bobby meminta LASQI berkolaborasi dengan berbagai platform, seperti televisi, radio, dan podcast. Dengan demikian, penyebaran nilai keislaman melalui seni dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam.
Sementara itu, Ketua Harian LASQI Sumut Ridho Rahadian Fauzan menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar Festival Seni Qasidah Tingkat Sumut pada 24–28 November 2025 di Asrama Haji Medan. Ia menjelaskan bahwa 19 dari 33 kabupaten/kota sudah mendaftar untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Akan ada berbagai perlombaan seperti bintang vokalis tingkat anak, remaja, dan dewasa, serta lomba rebana klasik dan pop religi,” ungkap Ridho. Ia menegaskan bahwa festival ini diharapkan melahirkan lebih banyak talenta qasidah dari Sumut.
Acara pertemuan itu turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprovsu Basarin Yunus Tanjung serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap. (AK1)
































