ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Warga yang bermukim di kawasan pinggiran rel Jalan Medan, Gang Guppi, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba, mengapresiasi respons cepat PLN Pematangsiantar dalam menangani gangguan aliran listrik yang terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026, sekitar pukul 19.15 WIB.
Gangguan listrik tersebut dialami oleh tiga rumah warga yang saling bertetangga. Saat peristiwa terjadi, warga mengaku tidak mengetahui penyebab padamnya listrik yang terjadi secara tiba-tiba di rumah mereka.
Salah seorang warga, Oppung Mario Simatupang, menjadi pihak pertama yang menyadari adanya kejanggalan setelah listrik di rumahnya padam bersamaan dengan dua rumah lain di sekitarnya. Ia kemudian berinisiatif melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Area PLN Siantar, J.E. Manalu.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti. Tak berselang lama, pihak Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Siantar menghubungi warga untuk memastikan titik lokasi gangguan sebelum melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
Sekitar 15 menit setelah laporan diterima, petugas PLN tiba di lokasi. Kehadiran petugas disambut warga yang berharap gangguan listrik segera teratasi agar aktivitas rumah tangga kembali normal.
Petugas PLN kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menelusuri penyebab gangguan. Dari hasil pengecekan, petugas menemukan sumber masalah yang mengakibatkan padamnya aliran listrik di tiga rumah tersebut.
“Petugas sangat cekatan dan profesional. Mereka langsung mengetahui penyebabnya dan pelayanannya gratis, meski kami sempat menawarkan sekadar minum,” ujar Pakpahan, salah seorang warga terdampak.
Teknisi PLN bermarga Sihite, didampingi rekannya bermarga Tampubolon, menjelaskan kepada warga bahwa gangguan listrik disebabkan oleh kabel yang telah mengalami kropos, sehingga menghambat aliran listrik menuju meteran pelanggan.
Pada kesempatan itu, petugas PLN juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi ULP PLN Siantar apabila mengalami gangguan kelistrikan. Setelah memastikan aliran listrik kembali normal dan aman, petugas berpamitan dan meninggalkan lokasi. (Larsen/red)































