ATAPKOTA.COM, SUMUT – Kepolisian Daerah Sumatera Utara mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan preventif dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026. Operasi ini difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat guna mewujudkan keselamatan berlalu lintas yang berkelanjutan, tidak semata pada penindakan pelanggaran.
Selama empat hari pelaksanaan sejak Senin, 2 Februari 2026, jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut secara masif menggelar kegiatan pendidikan masyarakat (dikmas) lalu lintas di berbagai wilayah. Upaya ini menyasar beragam lapisan masyarakat sebagai bagian dari pembentukan budaya tertib berlalu lintas.
Berdasarkan data Ditlantas Polda Sumut, tercatat sebanyak 6.446 kegiatan edukasi telah dilaksanakan. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan tertib berlalu lintas di ruang publik, sekolah, kampus, perkantoran, dan terminal, sosialisasi keselamatan berkendara, kampanye safety riding dan safety driving, hingga penyebaran brosur, leaflet, serta konten edukasi melalui media cetak, elektronik, dan media sosial.
Program Police Goes to School serta pembinaan komunitas lalu lintas dan pengemudi angkutan umum juga digencarkan. Langkah ini dilakukan untuk menanamkan kesadaran keselamatan berlalu lintas sejak usia dini dan memperkuat peran komunitas sebagai mitra kepolisian.
Pendekatan preventif diperkuat melalui kehadiran langsung personel di lapangan. Selama empat hari operasi, tercatat 1.666 kegiatan preventif terhadap pengguna jalan, termasuk pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli pada jam-jam rawan kecelakaan. Personel juga ditempatkan di titik rawan kecelakaan (black spot) dan rawan pelanggaran (trouble spot).
Operasi Keselamatan Toba 2026 turut memberi perhatian pada aspek keselamatan kendaraan dan angkutan umum. Sebanyak 71 kegiatan preventif terhadap kendaraan telah dilakukan, di antaranya ramp check angkutan umum, pemeriksaan visual kendaraan di jalur rawan kecelakaan, serta coaching clinic kepada perusahaan otobus (PO bus) bekerja sama dengan instansi terkait. Langkah ini bertujuan memastikan kendaraan laik jalan dan pengemudi dalam kondisi prima.
Selain itu, sebanyak 190 kegiatan preventif terhadap jalan dan lingkungan dilaksanakan, meliputi pemetaan daerah rawan kecelakaan dan kemacetan, koordinasi lintas instansi, penyiapan jalur alternatif, rekayasa lalu lintas, serta pemasangan rambu dan peringatan dini bagi pengguna jalan.
Dalam aspek penegakan hukum, kepolisian tetap mengedepankan prinsip persuasif dan berkeadilan. Selama empat hari pelaksanaan operasi, tercatat 3.572 teguran simpatik diberikan kepada pelanggar sebagai bentuk edukasi langsung di lapangan. Sementara itu, penindakan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tercatat sebanyak 831 pelanggaran, dan penindakan non-ETLE sebanyak 338 pelanggaran, dengan total 4.746 penindakan.
Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Toba 2026 tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, melainkan lebih menitikberatkan pada upaya pencegahan dan pendekatan humanis kepada masyarakat.
“Operasi ini kami laksanakan dengan mengedepankan edukasi, imbauan, dan pendekatan humanis. Kehadiran personel di lapangan, penyuluhan, serta ramp check merupakan bentuk kepedulian Polri agar masyarakat dapat berkendara dengan aman, selamat, dan tertib,” ujar Ferry.
Ia mengajak masyarakat menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kebutuhan bersama, bukan hanya kepatuhan sesaat selama operasi berlangsung. Menurutnya, peningkatan kesadaran kolektif menjadi kunci untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Operasi Keselamatan Toba 2026 masih akan terus berlanjut sesuai jadwal, dengan komitmen Polda Sumut untuk menghadirkan lalu lintas yang aman, tertib, dan humanis bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara. (AP/Red)




































