Musrenbang Siantar Sitalasari Fokuskan Ekonomi Lokal 2027

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:12 WIB

40173 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dra. Happy Oikumenis Daely, yang mewakili Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., pada Selasa pagi, 10 Februari 2026.

Dra. Happy Oikumenis Daely, yang mewakili Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., pada Selasa pagi, 10 Februari 2026.

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Siantar Sitalasari digelar sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Pematangsiantar Tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Camat Siantar Sitalasari dan dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Pemerintah Kota Pematangsiantar, Dra. Happy Oikumenis Daely, yang mewakili Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., pada Selasa pagi, 10 Februari 2026.

Dalam sambutan tertulis Wali Kota yang dibacakan Happy, pemerintah menegaskan arah pembangunan Kota Pematangsiantar sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dengan visi “Kota yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras”. Untuk tahun 2027, pembangunan difokuskan pada penguatan ekonomi berbasis potensi lokal dengan tema “Pemajuan Ekonomi Rakyat, Kreativitas Lokal, dan Keunggulan Produk Daerah”.

Arah kebijakan tersebut antara lain mencakup pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor kuliner, serta ekonomi kreatif berbasis budaya. Selain itu, pemerintah mendorong digitalisasi pemasaran produk unggulan kelurahan serta penyelenggaraan festival budaya dan pengembangan ruang publik kreatif sebagai daya tarik ekonomi dan sosial.

Kepada peserta musrenbang, Wesly menitipkan tiga pesan utama. Pertama, partisipasi aktif dengan menyertakan data yang akurat. Kedua, mengedepankan kepentingan kolektif di atas kepentingan sektoral. Ketiga, menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam seluruh proses perencanaan.

Sementara itu, tim teknis dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta camat selaku koordinator wilayah diminta melakukan pendampingan intensif. Pendampingan tersebut mencakup penyusunan usulan yang memenuhi prinsip SMART—specific, measurable, achievable, relevant, dan time-bound—serta memastikan sinkronisasi usulan kecamatan dengan prioritas RKPD kota, kemampuan anggaran daerah, dan program nasional yang relevan. Seluruh proses musyawarah juga diminta terdokumentasi secara terbuka sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.

Dalam sambutannya, Wesly menekankan bahwa musrenbang tidak semestinya dipandang sebagai rutinitas administratif tahunan semata. Forum ini, menurutnya, merupakan wujud komitmen bersama untuk mendorong pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berkeadilan di Kota Pematangsiantar.

“Dengan semangat gotong royong, mari kita satukan langkah dalam membangun Pematangsiantar yang lebih cerdas, sehat, kreatif, dan selaras,” demikian ajakan Wali Kota dalam sambutan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Siantar Sitalasari, Suradi, menjelaskan bahwa musrenbang bertujuan mendorong partisipasi masyarakat kecamatan dalam perencanaan pembangunan tahunan. Selain itu, forum ini menjadi ruang untuk mengklasifikasikan prioritas kegiatan pembangunan berdasarkan fungsi, mengidentifikasi kebutuhan yang belum terakomodasi di tingkat kelurahan, serta menyusun dan menetapkan prioritas usulan rencana kerja kecamatan sebagai bahan pembahasan pada forum OPD.

Musrenbang Kecamatan Siantar Sitalasari dihadiri anggota DPRD Kota Pematangsiantar, perwakilan OPD, para lurah, serta unsur masyarakat. (AP/red)

Berita Terkait

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik saat Bertemu Prabowo
Pidato di EEF ke-11 Vladivostok, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Kehidupan Rakyat
Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat P4GN, Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba
Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi
Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan
Belacan Khas Asahan Ditargetkan Tembus Pasar Thailand, Pemkab Siapkan Dukungan untuk UMKM
Istilah Proyek Siluman Mencuat di Puskesmas BP Nauli, Pekerja Mengaku Tak Tahu Pemborong Pelaksana
Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 23:37 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik saat Bertemu Prabowo

Kamis, 3 September 2026 - 23:32 WIB

Pidato di EEF ke-11 Vladivostok, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Kehidupan Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 22:35 WIB

Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat P4GN, Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba

Kamis, 3 September 2026 - 21:29 WIB

Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi

Kamis, 3 September 2026 - 21:00 WIB

Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Istilah Proyek Siluman Mencuat di Puskesmas BP Nauli, Pekerja Mengaku Tak Tahu Pemborong Pelaksana

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga

Kamis, 3 September 2026 - 20:05 WIB

Wabup Simalungun Minta Pasar Lokal Dilibatkan dalam Rantai Pasok Program MBG

Berita Terbaru