ATAPKOTA.COM, TAPTENG – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau pembangunan hunian tetap (huntap) di kawasan Asrama Haji, Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (1/3/2026). Dalam kunjungan itu, Bobby mendorong pemerintah kabupaten dan kota mempercepat pembangunan infrastruktur agar warga terdampak bencana segera keluar dari hunian sementara (huntara).
Menurut Bobby, percepatan penanganan pascabencana menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Ia menegaskan pembangunan infrastruktur pendukung di kawasan huntap, seperti drainase, jalan kompleks, dan akses menuju permukiman, menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan kota.
“Anggarannya tidak terlalu besar untuk membangun drainase dan jalan kompleks. Kalau akses jalannya masih rusak, ayo kita kerjakan bersama. Provinsi siap ikut turun,” ujar Bobby di lokasi.
Ia menargetkan 50 unit huntap rampung sebelum Lebaran tahun ini. Unit yang telah selesai, kata dia, dapat langsung ditempati tanpa harus menunggu seluruh pembangunan tuntas.
“Kita masukkan dulu warga ke unit yang sudah selesai. Tidak perlu menunggu serentak. Satu hari menunggu berarti satu hari warga korban bencana masih belum memiliki kepastian tempat tinggal,” katanya.
Selain meninjau pembangunan huntap, Bobby menyapa warga yang masih tinggal di huntara di kawasan Asrama Haji. Ia berdialog langsung dan menyerap sejumlah aspirasi, termasuk keluhan terkait fasilitas dasar dan kepastian waktu relokasi.
Bobby memastikan pemerintah provinsi akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk menindaklanjuti kebutuhan mendesak warga.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Basarin Yunus Tanjung, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Rahmat Hidayat Siregar, Kepala Dinas Pendidikan Alexander Sinulingga, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Moettaqien Hasrimy, serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sumut Chandra Dalimunthe.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan percepatan pembangunan huntap akan terus dipantau hingga seluruh warga terdampak bencana memperoleh tempat tinggal permanen. (AP/red)































