ATAPKOTA.COM, MEDAN – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Buku 2025 PT Bank Sumut yang digelar di Lantai 10 Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Nomor 18 Medan, Senin (6/4/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM dan dihadiri para kepala daerah kabupaten/kota se-Sumatera Utara sebagai pemegang saham Bank Sumut.
Dalam kesempatan itu, Bobby Nasution mendorong Bank Sumut untuk naik kelas ke Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2.
KBMI 2 merupakan kategori bank menengah dengan modal inti Rp6 triliun hingga Rp14 triliun. Saat ini Bank Sumut masih berada pada kategori KBMI 1
Menurut Bobby, target tersebut penting mengingat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana melakukan konsolidasi atau penghapusan bank kategori KBMI 1 pada tahun 2029
“Minimal modal inti bank itu Rp6 triliun agar masuk KBMI 2. Sebagai pemegang saham, pemerintah daerah sepakat untuk mengejar target tersebut,” ujar Bobby usai RUPPS.
Saat ini modal inti Bank Sumut tercatat sekitar Rp5,2 triliun, sehingga masih membutuhkan tambahan sekitar Rp800 miliar untuk mencapai kategori KBMI 2.
Untuk mencapai target tersebut, para pemegang saham yang terdiri dari Pemprov Sumut serta pemerintah kabupaten/kota sepakat menyetorkan kembali 15 persen deviden tahun buku 2025 sebagai tambahan modal pada tahun 2026.
Selain itu, beberapa daerah juga berencana menambah penyertaan modal.
Pemprov Sumut akan menambah Rp100 miliar, sementara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan merencanakan penambahan sekitar Rp 70 miliar.
Bobby juga berharap Bank Sumut tidak terlalu bergantung pada dana pemerintah daerah atau APBD.
Menurutnya, Bank Sumut perlu memperbanyak produk perbankan yang mampu bersaing dengan bank-bank lainnya serta memperluas sumber dana pihak ketiga.
“Kita harapkan Bank Sumut memperbanyak produk yang kompetitif dan tidak hanya mengandalkan APBD maupun ASN,” kata Bobby.
RUPS Bank Sumut tersebut dihadiri para kepala daerah kabupaten/kota se-Sumatera Utara, komisaris dan direksi Bank Sumut, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dari Pemprov Sumut maupun pemerintah daerah lainnya.
Rapat ini menjadi forum penting bagi para pemegang saham untuk menentukan arah kebijakan dan penguatan permodalan Bank Sumut ke depan. (AP/red)

































