ATAPKOTA.COM, SAMOSIR – Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Sumatera Utara yang digelar di Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol No. 18, Medan, Senin (6/4/2026). Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyepakati langkah memperkuat permodalan bank daerah itu agar dapat naik ke kelompok Bank dengan Modal Inti (KBMI) 2.
Vandiko hadir didampingi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Samosir Melva Siboro serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Immanuel Sitanggang.
Rapat yang dipimpin Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution bersama para kepala daerah se-Sumatera Utara itu menghasilkan kesepakatan untuk mendorong Bank Sumut meningkatkan modal inti hingga memenuhi persyaratan masuk kategori KBMI 2.
KBMI 2 merupakan kelompok bank menengah dengan modal inti berkisar Rp6 triliun hingga Rp 14 triliun. Saat ini Bank Sumut masih berada pada kategori KBMI 1, sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merencanakan konsolidasi bank-bank kategori tersebut paling lambat pada 2029.
Bobby menjelaskan bahwa kebijakan regulator mengharuskan bank memiliki modal inti minimal Rp 6 triliun agar dapat masuk kelompok KBMI 2.
“Ketentuan OJK menargetkan minimal modal inti bank Rp 6 triliun. Karena itu, sebagai pemegang saham, pemerintah daerah sepakat mengejar target tersebut agar Bank Sumut bisa naik kelas,” ujar Bobby.
Saat ini modal inti Bank Sumut tercatat sekitar Rp 5,2 triliun, sehingga masih membutuhkan tambahan sekitar Rp 800 miliar untuk memenuhi batas minimal KBMI 2.
Untuk mengejar target itu, para pemegang saham yang terdiri dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta pemerintah kabupaten/kota menyepakati sebagian dividen tahun buku 2025 sebesar 15 persen akan disetor kembali sebagai tambahan modal pada 2026.
Selain skema tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga berencana menambah penyertaan modal sekitar Rp 100 miliar. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan telah merencanakan tambahan modal sekitar Rp 70 miliar melalui APBD.
“Beberapa daerah sudah menyiapkan rencana penambahan modal, termasuk Tapanuli Selatan sekitar Rp70 miliar. Dari Pemerintah Provinsi Sumut juga ada tambahan sekitar Rp100 miliar selain penyertaan aset sebelumnya,” kata Bobby.
Di sisi lain, Bobby menilai Bank Sumut perlu memperkuat daya saing dengan mengembangkan lebih banyak produk perbankan agar tidak hanya bergantung pada dana pemerintah daerah maupun aparatur sipil negara (ASN).
“Bank Sumut diharapkan mampu memperluas produk dan meningkatkan daya saing. Jangan hanya bergantung pada dana APBD atau ASN,” ujarnya.
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyatakan dukungannya terhadap langkah peningkatan modal tersebut. Menurutnya, penguatan permodalan akan membantu Bank Sumut meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas inovasi produk perbankan.
Ia juga menilai keberadaan Bank Sumut memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
“Bank Sumut memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat Kabupaten Samosir,” kata Vandiko. (AP/red)

































