ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR — Sejumlah wartawan mengaku mengalami kesulitan saat berupaya melakukan wawancara dengan Ketua Jurusan Program Studi D-III Kebidanan Pematangsiantar, Poltekkes Kemenkes Medan, Aritha Sembiring, S.ST., M.Kes., di Jalan Pane, Kota Pematangsiantar, Kamis, 7 Mei 2026.
Kedatangan tim media tersebut bertujuan meminta keterangan terkait informasi penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2026 di Program Studi D-III Kebidanan.
Berdasarkan keterangan wartawan di lokasi, tim media tiba sekitar pukul 11.30 WIB dan sempat menunggu di area depan kampus karena pos keamanan dalam keadaan kosong.
Setelah menunggu sekitar 30 menit tanpa adanya petugas keamanan, wartawan kemudian masuk ke area ruang tamu kampus untuk mencari pihak yang dapat dihubungi. Saat itu, situasi di lingkungan kampus disebut dalam keadaan sepi dan ruangan Ketua Jurusan terlihat tertutup dan tidak ada di ruangan.
Tidak lama kemudian, seorang pria yang belakangan diketahui bernama Hairul Hasibuan datang menemui wartawan dan menanyakan maksud kedatangan tim media.
Salah seorang wartawan, Manson Purba, menjelaskan bahwa kedatangan mereka untuk meminta wawancara terkait penerimaan mahasiswa baru Program Studi D-III Kebidanan tahun ajaran 2026.
Namun, Hairul Hasibuan kemudian mengarahkan tim media menuju pos keamanan sambil menanyakan tujuan konfirmasi yang hendak dilakukan.
“Tidak ada masalah di sini. Semua transparan,” ujar Hairul seolah ada masalah yang terjadi.
Hairul selanjutnya menanyakan nama wartawan dan nama media lalu memeriksanya, lalu ia menjelaskan proses pendaftaran mahasiswa baru dilakukan secara daring dan sempat menunjukkan brosur digital melalui telepon genggamnya kepada wartawan.
Namun, wartawan kembali menyampaikan bahwa tujuan utama kedatangan mereka ialah meminta keterangan langsung dari pimpinan program studi sebagai pihak yang dinilai memiliki kewenangan memberikan penjelasan resmi.
Khairul menyampaikan bahwa aktivitas di tempat tersebut hanya untuk kegiatan belajar mengajar.
“Disini hanya ada dosen dan mahasiswi bang, tak ada ketua jurusan, tak ada direktur, itu di Medan,”ujarnya kepada wartawan.
Ketika wartawan kembali mempertanyakan kemungkinan bertemu Ketua Jurusan, Khairul mengarahkan agar konfirmasi dilakukan kepada pihak direktur yang berada di Medan.
“Ke direktur saja di Medan, bang. Kantornya di Jalan Jamin Ginting,” ujar Khairul mengarahkan.
Dalam percakapan itu, wartawan juga mempertanyakan kapasitas Khairul di lingkungan kampus. Khairul menyatakan dirinya bukan humas, melainkan petugas keamanan sekaligus ASN di lingkungan Kementerian Kesehatan RI. Hal ini membuat para wartawan keheranan karena tupoksi satpam bukan sebagai Humas namun menjaga Keamanan dan ketertiban di lokasi tersebut.
Hingga wartawan meninggalkan lokasi, pihak Ketua Jurusan Program Studi D-III Kebidanan belum dapat ditemui untuk memberikan keterangan langsung.
Peristiwa tersebut memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pelayanan informasi dan pola komunikasi kepada media di lingkungan institusi pendidikan negeri, khususnya dalam konteks keterbukaan informasi publik dan pelayanan konfirmasi kepada pers.
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak Poltekkes Kemenkes Medan terkait alasan pimpinan program studi tidak dapat ditemui maupun mekanisme pelayanan informasi kepada wartawan di lokasi tersebut.
Wartawan : Andrew T Panjaitan,ST
































