Direktur Aceh Humam Foundation Sebut Penurunan Kemiskinan Jadi Sinyal Positif Pembangunan Aceh Timur

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:58 WIB

40142 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Aceh Humam Foundation Adi Maros.

Direktur Aceh Humam Foundation Adi Maros.

ACEH TIMUR – Direktur Aceh Humam Foundation, Adi Maros, S.H., menilai penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Aceh Timur dalam setahun terakhir menjadi indikator positif terhadap arah pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur di bawah kepemimpinan Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky. Penilaian tersebut disampaikan Adi pada Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut Adi, penurunan angka kemiskinan yang disebut mencapai sekitar dua persen tidak hanya dapat dilihat sebagai data statistik semata, tetapi juga menjadi gambaran awal dari berbagai program pembangunan yang mulai dirasakan masyarakat, khususnya pada sektor ekonomi, pelayanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat desa.

“Penurunan angka kemiskinan merupakan salah satu indikator penting yang menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah daerah mulai memberikan dampak bagi masyarakat. Kondisi ini dapat menjadi sinyal positif bahwa Aceh Timur sedang bergerak ke arah yang lebih baik,” kata Adi.

Ia menjelaskan, Aceh Timur masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang cukup kompleks. Selain persoalan kemiskinan struktural yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, daerah tersebut juga menghadapi dampak bencana hidrometeorologi yang memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah.

Meski demikian, Adi menilai pemerintah daerah tetap berupaya menjaga fokus pembangunan dan menjalankan program-program yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia menambahkan, kepemimpinan Al-Farlaky dinilai menunjukkan pendekatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan publik. Hal itu, menurutnya, terlihat dari keterlibatan pemerintah daerah dalam merespons berbagai persoalan masyarakat, mulai dari penanganan bencana, percepatan pelaksanaan program pembangunan, hingga upaya menjaga stabilitas sosial dan ekonomi daerah.

“Bagi masyarakat, ukuran keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari banyaknya proyek fisik yang dibangun. Yang lebih penting adalah sejauh mana kebijakan pemerintah mampu meningkatkan kualitas hidup warga. Ketika angka kemiskinan menunjukkan tren penurunan, maka terdapat indikasi adanya pergerakan positif yang perlu dipertahankan dan diperkuat,” ujarnya.

Adi juga mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri. Menurutnya, momentum penurunan angka kemiskinan harus dimanfaatkan untuk mempercepat berbagai program strategis, termasuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan kualitas pendidikan, serta penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menilai Aceh Timur memiliki potensi besar untuk berkembang melalui sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan sumber daya manusia produktif. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil dinilai perlu terus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara inklusif.

“Yang dibutuhkan Aceh Timur saat ini adalah kesinambungan program pembangunan. Jika konsistensi kebijakan dan keberpihakan kepada masyarakat kecil terus dijaga, maka penurunan kemiskinan tidak hanya menjadi capaian jangka pendek, tetapi juga dapat menjadi fondasi menuju pemerataan kesejahteraan,” tegasnya.

Adi berharap berbagai capaian awal yang telah diraih dapat diperkuat melalui tata kelola pemerintahan yang transparan, pembangunan yang tepat sasaran, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung kemajuan daerah.

“Harapan kita bersama, Aceh Timur tidak hanya mampu menurunkan angka kemiskinan, tetapi juga berkembang menjadi daerah yang produktif, mandiri, dan memiliki daya saing yang kuat pada masa mendatang,” pungkasnya.

Kontributor : Riqki-atapkota.

Berita Terkait

Pemkab Aceh Singkil dan Universitas Teuku Umar Perpanjang MoU, Perkuat Riset dan Pembangunan Daerah
Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Wisatawan Padati Berastagi di Bawah Pengamanan Ketat
Siswi SD Asal Labuhanbatu Peraih Emas ASMC 2026 Terima Beasiswa dari Bobby Nasution
Bobby Nasution Dukung Sumut Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Voli Putri U20 Asia 2027
Yayasan DWP Sumut dan FISIPOL USU Jalin Kemitraan, Perkuat Mutu Pendidikan di Sekolah Binaan
PD Aneka Industri dan Jasa Sumut Tertibkan Aset Eks Bioskop Ria Binjai
Perkuat Kemitraan, PJS Sambangi Kantor ASDP Merak dan Serahkan Penghargaan atas Dukungan Munas III
Pemprov Sumut Targetkan Festival Bunga dan Buah Karo Naik Kelas Jadi Event Internasional

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:24 WIB

Pemkab Aceh Singkil dan Universitas Teuku Umar Perpanjang MoU, Perkuat Riset dan Pembangunan Daerah

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:19 WIB

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Wisatawan Padati Berastagi di Bawah Pengamanan Ketat

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:06 WIB

Siswi SD Asal Labuhanbatu Peraih Emas ASMC 2026 Terima Beasiswa dari Bobby Nasution

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:10 WIB

Bobby Nasution Dukung Sumut Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Voli Putri U20 Asia 2027

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:06 WIB

Yayasan DWP Sumut dan FISIPOL USU Jalin Kemitraan, Perkuat Mutu Pendidikan di Sekolah Binaan

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:45 WIB

Perkuat Kemitraan, PJS Sambangi Kantor ASDP Merak dan Serahkan Penghargaan atas Dukungan Munas III

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:11 WIB

Pemprov Sumut Targetkan Festival Bunga dan Buah Karo Naik Kelas Jadi Event Internasional

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:47 WIB

Pemkab Simalungun Resmikan TK Negeri Pembina Sidamanik, Perkuat SDM Unggul Sejak Usia Dini

Berita Terbaru